Ratusan pengunjuk rasa menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Israel di Thailand, menuntut pengawasan yang lebih ketat terkait kepemilikan properti oleh warga asing dan dugaan praktik bisnis menggunakan nama pihak lain.
Para pengunjuk rasa pada Kamis (10/9) berkumpul di luar gedung Ocean Tower II di Suhumvit 21 yang menjadi lokasi Kedubes Israel, sambil membawa poster berisi slogan-slogan boikot Israel hingga seruan setop genosida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak penyelenggara menyatakan demonstrasi ini merupakan upaya untuk melindungi kedaulatan Thailand, kepentingan nasional, dan bisnis dalam negeri. Mereka juga mendesak warga negara asing untuk menghormati hukum dan adat istiadat Thailand.
Dilansir Anadolu Agency, aksi protes ini dipimpin oleh mantan pemimpin People's Alliance for Democracy (PAD), Sondhi Limthongkul. Peserta aksi juga mencakup Panthep Puapongpan (ketua Thailand Watch Foundation), Nitithorn Lamlue, dan Pichit Chaimongkol (pemimpin Netwoek of Students and People for Reform of Thailand).
Dalam aksi itu Sondhi membacakan surat terbuka dalam bahasa Thailand dan Inggris, yang mendesak Kedubes Israel dan pemerintah Thailand untuk mengambil tindakan nyata, bukan sekadar menerima petisi dari pengunjuk rasa.
Mereka juga mendesak otoritas Israel untuk mengimbau warganya agar menghormati hukum dan budaya Thailand, bekerja sama dengan pihak berwenang Thailand tanpa melindungi pelanggar hukum, serta mendukung penyelidikan terkait kepemilikan tanah dan pusat-pusat kegiatan Chabad.
Para pengunjuk rasa juga meminta pihak kedutaan untuk menyampaikan kekhawatiran mereka kepada pemerintah Israel, termasuk tuntutan untuk menghentikan tindakan kekejaman terhadap warga sipil, rumah sakit, dan sekolah, serta mematuhi hukum humaniter internasional.
Mereka menyebut perilaku menyimpang dari sejumlah warga negara Israel, termasuk pelanggaran hukum Thailand dan sikap tidak menghormati adat istiadat setempat, telah menimbulkan masalah bagi masyarakat lokal.
Demonstrasi itu rencananya akan berlanjut di beberapa provinsi termasuk Chonburi, Chanthaburi, dan Khon Kaen.
(dna)

