Ngamuk soal Sanksi, Israel Paksa Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem

CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 09:30 WIB
Israeli Justice Minister Gideon Saar attends a campaign event for the new centre-right
Israel memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem sebagai balasan setelah London menerapkan sanksi terhadap Tel Aviv dengan melarang impor barang dari wilayah pendudukan Israel di Palestina. (Foto: AFP/JALAA MAREY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Israel memerintahkan penutupan konsulat Inggris di Yerusalem sebagai balasan setelah London menerapkan sanksi terhadap Tel Aviv dengan melarang impor barang dari wilayah pendudukan Israel di Palestina. Langkah London itu diikuti belasan negara lainnya kecuali Amerika Serikat.

Israel juga mengatakan akan mengusir perwakilan Inggris untuk Israel dari sebuah pusat yang memantau rencana gencatan senjata di Jalur Gaza yang dimediasi AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tel Aviv juga melarang Inggris memberikan pelatihan kepada pasukan Otoritas Palestina, serta melarang 12 warga Inggris, yang sebagian besar merupakan anggota parlemen, memasuki wilayah Israel.

Langkah tersebut diambil setelah 12 negara yang didahului Inggris, Kanada, dan Prancis, mengumumkan akan menjatuhkan sanksi terhadap perdagangan dengan permukiman Israel di Tepi Barat. Larangan ini menyusul peningkatan serangan yang dilakukan para pemukim ilegal Israel terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan tersebut.

"Tuduhan yang disampaikan menteri luar negeri Inggris hari ini di parlemen Inggris merupakan kebohongan yang keterlaluan," kata Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar.

"Langkah Inggris ini secara moral menyimpang dan merupakan bentuk campur tangan terang-terangan dalam urusan negara berdaulat serta proses pemilihannya," ujarnya merujuk pada pemilu Israel yang akan berlangsung pada 27 Oktober.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjadikan perluasan permukiman di Tepi Barat sebagai salah satu agenda utamanya untuk kembali memenangkan pemilu dan berkuasa untuk periode selanjutnya.

Saar mengatakan Israel menutup konsulat Inggris yang terletak di Yerusalem timur, wilayah yang secara historis merupakan kawasan Palestina dan diduduki ilegal oleh Israel sejak Perang Enam Hari pada 1967. Israel kemudian mencaplok Yerusalem timur dan menganggap kota suci tersebut sebagai ibu kotanya yang tidak terbagi.

"Yerusalem yang bersatu adalah ibu kota Israel dan berada di bawah kedaulatan penuh Israel," kata Saar seperti dikutip AFP.

"Setiap aktivitas asing di wilayah tersebut harus dilakukan melalui jalur yang telah diterima dan disepakati, tanpa melanggar kedaulatan Israel."

Meskipun Israel menguasai Yerusalem timur, sebagian besar negara, termasuk Inggris, tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota tersebut.

Pengecualian adalah Amerika Serikat. Di bawah Presiden Donald Trump, AS malah memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem. Inggris dan sebagian besar negara yang mengakui Israel tetap menempatkan kedutaan mereka di Tel Aviv.

(rds)
placeholder