Iran Klaim Kapal Induk AS Rusak usai Diserang Rudal Balistik

CNN Indonesia
Senin, 07 Sep 2026 08:02 WIB
In this photo obtained from the US Department of Defense, the US Navy's guided-missile cruiser USS Philippine Sea (CG 58) transits the Strait of Hormuz as the Dwight D. Eisenhower Carrier Strike Group (IKECSG) makes an inbound transit to the Gulf on
Ilustrasi. Iran klaim kapal induk AS rusak usai kena rudal di Selat Hormuz. Foto: AFP/MERISSA DALEY
Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang kapal induk Amerika Serikat dan kapal perusak menggunakan rudal balistik, Minggu (6/9).

Dalam rilis resmi, IRGC menyatakan kedua kapal itu rusak dan "meninggalkan area pertempuran" di dekat Selat Hormuz, demikian dikutip Anadolu Agency.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IRGC juga mengeklaim Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengakui dua kapal perang angkatan laut menjadi sasaran. Militer Iran menggambarkan pernyataan ini sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi tersebut.

Selain itu, mereka mewanti-wanti AS bahwa aksi militer yang berkelanjutan akan memicu respons "lebih berat" dari angkatan bersenjata Iran.

Di waktu yang lain, IRGC juga menyerang kapal AS. Dalam pernyataan pada Minggu pagi dijelaskan pasukan Iran menyerang kapal militer AS yang dikendalikan dari jarak jauh dan berusaha masuk ke Selat Hormuz.

Dalam serangan tersebut, IRGC tak memberi rincian soal operasi atau dampak serangan.

Di hari sebelumnya, IRGC juga telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan tiga kapal yang terkait dengan AS di tempat lain. Respons ini merupakan balasan usai Washington menyerang kapal-kapal tanker Teheran.

AS dan Iran saling tempur sejak akhir Februari. Kedua negara sebetulnya sempat gencatan senjata dan sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

Namun, AS dituduh melanggar kesepakatan dengan terus menyerang Iran. Teheran tak tinggal diam, perang pun terus bergejolak hingga sekarang.

(isa/dna)