Xanana Gusmau Minta Generasi Muda Waspadai AI

CNN Indonesia
Sabtu, 05 Sep 2026 15:17 WIB
Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao mendesak Thailand dan Kamboja segera berdialog untuk menyelesaikan konflik pertempuran antarkedua negara.
Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmao mengingatkan generasi muda agar tidak terlalu bergantung pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). (CNN Indonesia/Tunggul Damarjati).
Makassar, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Timor-Leste, Xanana Gusmao mengingatkan generasi muda agar tidak terlalu bergantung pada teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu ia sampaikan saat mendapatkan gelar doktor honoris Causa dari kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/9).

Menurut Xanana, ketergantungan berlebihan terhadap AI dan mesin pencari seperti Google dapat membuat generasi muda kehilangan kemampuan untuk berpikir secara mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Generasi muda, jika mereka terlalu bergantung pada Google dan AI, mereka bukan lagi manusia. Mereka menjadi mesin," kata Xanana kepada wartawan.

Xanana menilai pemimpin tidak lahir hanya melalui penunjukan atau pendidikan formal. Menurutnya, kepemimpinan tumbuh secara alami dari kemampuan seseorang menghadapi kesulitan, mencari solusi, serta memiliki visi untuk masa depan.

"Ketika seseorang melihat berbagai kesulitan, mereka mulai berpikir bagaimana cara menyelesaikannya. Namun, penyelesaian itu harus disertai dengan visi untuk masa depan. Dari situlah pemimpin akan muncul. Kepemimpinan akan datang secara alami," ungkapnya.

Xanana menekankan pentingnya membangun mentalitas generasi muda agar terbiasa melihat persoalan, memeriksa fakta, dan berusaha memahami masalah sebelum mencari jawaban melalui teknologi.

"Itulah mengapa saya mengingatkan soal AI dan Google. Daripada berpikir sendiri, mereka langsung pergi ke Google. Kita tidak membutuhkan itu," katanya.

Menurut Xanana bahwa universitas mempunyai peran yang sangat penting dalam melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan di kemudian hari.

"Peran universitas, yaitu bagaimana universitas mengajarkan orang untuk berpikir dan bagaimana seseorang memeriksa seluruh fakta, baik secara ilmiah, alamiah, maupun sosiologis. Pemimpin-pemimpin baru akan lahir dari sana," jelasnya.

Xanana pun mengingatkan bahwa perkembangan teknologi seharusnya tidak membuat manusia kehilangan kemampuan untuk berpikir dan mengambil keputusan secara mandiri.

(mir/agt)
placeholder