PBB Beber Tabiat Keji Israel Kurangi Suplai Air 1 Juta Warga Palestina

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 17:20 WIB
Palestinians fill jerrycans with water at a water distribution point, in Nuseirat, central Gaza Strip, July 15, 2026. REUTERS/Mahmoud Issa
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan Israel telah mengurangi pasokan air untuk sekitar satu juta warga Palestina selama dua hari berturut-turut. (Foto: REUTERS/Mahmoud Issa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan Israel telah mengurangi pasokan air untuk sekitar satu juta warga Palestina selama dua hari berturut-turut.

"Untuk hari kedua, sekitar satu juta orang di Gaza yang bergantung pada jaringan air Israel terkena dampak pengurangan pasokan air," kata Dujarric dalam konferensi pers pada Rabu (2/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dujarric menuturkan warga Gaza tetap kekurangan air meskipun truk-truk bantuan mendistribusikan kebutuhan tersebut.

"Distribusi air dari sumber lain dengan truk hanya sebagian menutupi kekurangan tersebut," ucapnya.

Selain warga Gaza, Dujarric juga mencatat bahwa warga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat turut mengalami kekerasan berlanjut oleh warga Israel.

PBB menerima laporan bahwa seluruh komunitas Khirbet di Tabban telah diusir oleh pasukan Israel.

Khirbet adalah salah satu dari 13 komunitas penggembala di daerah Masafer Yatta di Hebron yang berada dalam wilayah yang ditetapkan otoritas Israel sebagai "zona tembak" untuk pelatihan militer.

"Selusin pos pemukim telah didirikan di wilayah tersebut selama dua tahun terakhir," ucap Dujarric, seperti dikutip TRT World.

Pasukan dan pemukim Israel di Tepi Barat telah mengintensifkan serangan ke wilayah tersebut sejak Israel melancarkan genosida di Gaza pada Oktober 2023.

Mereka mendirikan pos-pos pemukiman ilegal, membangun jalan khusus bagi pendudukan, dan membatasi ketat pergerakan warga Palestina.

Di Gaza, Israel telah membunuh lebih dari 73.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Lebih dari 174.000 orang juga terluka dalam agresi brutal ini.

(blq/rds)
placeholder