KILAS INTERNASIONAL

Peru-Iran Putus Hubungan Diplomatik sampai Teheran Cap AS Setan

CNN Indonesia
Kamis, 03 Sep 2026 06:00 WIB
In this handout picture provided by Ithe Islamic Consultative Assembly News Agency (ICANA), Irans Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf, dressed in an IRGC uniform, chairs a session in Tehran on February 1, 2026, Iran has declared European coun
Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mencap AS sebagai 'Setan' gegara serangan sasar pesta pernikahan. (Foto: ICANA NEWS AGENCY / AFP)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Perang Amerika Serikat vs Iran yang kembali membara menjadi sorotan berita internasional pada Rabu (2/8).

Penyebaran kabut asap kebakaran hutan Indonesia ke negara tetangga juga masih menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional kemarin:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Ada Apa?

Pemerintah Peru di bawah Presiden baru Keiko Fujimori mengumumkan telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran.

Pengumuman tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Peru pada Selasa (1/9), di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Kemlu Peru menegaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada "komitmen historis Peru terhadap perdamaian," penghormatan terhadap hukum internasional, dan pembelaan terhadap demokrasi.

Teheran Cap AS Setan karena Serang Pesta Pernikahan di Iran

Iran mengecam Amerika Serikat setelah serangan menghantam sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan negara tersebut.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut AS sebagai 'Setan' atas serangan tersebut, pada Rabu (2/9).

Pejabat Iran mengatakan sebanyak empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan yang terjadi larut malam di sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Iran selatan.

Asap Karhutla RI Sudah Sampai Bekap Ibu Kota Manila Filipina

Biro Manajemen Lingkungan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB)Filipina menyatakan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia sudah sampai ke Metro Manila.

Dalam pernyataan pada Selasa (1/9), DENR-EMB menyebut kabut asap karhutla RI terbawa angin monsun barat daya ke Filipina dan dampaknya dapat dirasakan selama 1 hingga 3 September mendatang.

"Situasi kabut asap sebagian besar berada di luar kendali kami karena hal ini bergantung pada sejumlah faktor di luar Filipina, termasuk intensitas karhutla di Kalimantan (Indonesia), pola angin yang dominan, dan curah hujan di seluruh wilayah tersebut," kata Kepala Divisi Manajemen Kualitas Lingkungan DENR-EMB, Jundy del Socorro, seperti dikutip Manila Times.

(rds)
placeholder