Trump, Xi Jinping & Putin Atur Pertemuan Trilateral di KTT APEC

CNN Indonesia
Rabu, 02 Sep 2026 15:07 WIB
Presiden AS Donald Trump dikabarkan ingin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri KTT APEC, November.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan ingin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri KTT APEC. (AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan ingin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC), November mendatang.

Hal itu disampaikan ajudan senior Rusia, Yuri Ushakov, saat ditanya stasiun televisi pemerintah Rusia pada Selasa (1/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini memang telah dibahas," kata Ushakov, seperti dikutip South China Morning Post (SCMP).

Menurut Ushakov, Trump, Putin, dan Xi Jinping akan bertemu di sela-sela KTT APEC yang rencananya diselenggarakan pada 18-19 November.

Meski begitu, Kedutaan Besar (Kedubes) China di Washington mengaku belum memiliki informasi mengenai rencana pertemuan tersebut.

Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly juga mengeklaim belum ada pengumuman tentang rencana kehadiran Trump di pertemuan puncak itu.

KTT APEC dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, China, pada 18-19 November mendatang. Putin telah mengonfirmasi pada Mei bahwa ia akan datang ke pertemuan tersebut.

Kendati begitu, belum ada informasi resmi dari pemerintah AS mengenai kehadiran Trump. Faktor utama penentu kehadiran Trump, salah satunya ialah apakah bisa dia bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di China.

Akhir bulan lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan bertemu Kim Jong Un tahun ini. Wall Street Journal sempat melaporkan bahwa Trump telah meminta ajudannya untuk menyusun rencana bertemu Kim Jong Un ketika KTT APEC.

Jeremy Chan, analis senior di perusahaan konsultan Eurasia Group, mengatakan bahwa ketidakpuasan Trump baru-baru ini terhadap Korea Selatan kemungkinan menjadi penyebab Trump berupaya mendekati Pyongyang.

Trump dilaporkan tidak senang dengan lambatnya tindakan Seoul dalam memenuhi janji untuk berinvestasi sebesar US$350 miliar di AS dan dalam mengurangi surplus perdagangannya.

"Ada banyak hal yang mungkin membuatnya kesal," kata Chan.

"Dalam beberapa hal, Trump lebih mudah berubah-ubah daripada Kim," ucapnya.

(blq/bac)
placeholder