Kasus Jeju, Polisi Korsel Dicokok Gegara Palsukan Laporan Orang Hilang

CNN Indonesia
Selasa, 01 Sep 2026 20:00 WIB
Seorang polisi Korea Selatan ditangkap setelah memalsukan penanganan puluhan laporan orang hilang di Pulau Jeju.
Seorang polisi Korea Selatan ditangkap setelah memalsukan penanganan puluhan laporan orang hilang di Pulau Jeju. (iStockphoto/SimonSkafar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang polisi Korea Selatan ditangkap setelah memalsukan penanganan puluhan laporan orang hilang di Pulau Jeju.

Polisi tersebut diduga menutup kasus demi menghindari tambahan beban kerja, bahkan dua orang yang sebelumnya dilaporkan hilang kemudian ditemukan tewas, Selasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini terungkap setelah empat jenazah ditemukan dalam beberapa hari pada Agustus di Jeju. Penemuan tersebut mengguncang pulau wisata itu dan memicu tuntutan agar kepolisian memberikan penjelasan.

Salah satu kasus melibatkan Jang Mi Ran, perempuan berusia 37 tahun. Polisi menemukan jenazah Jang pada 24 Agustus, beberapa bulan setelah pacarnya melaporkan dirinya hilang.

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian nasional. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung memerintahkan penyelidikan terhadap penanganan laporan hilangnya Jang.

Ia juga meminta reformasi di tubuh kepolisian. Kasus lain melibatkan seorang pria berusia 60-an yang juga dilaporkan hilang.

Polisi kemudian menangkap petugas berinisial Bu pada pekan lalu. Bu diduga mencatat kematian Jang sebagai "kecelakaan lalu lintas".

Bu juga diduga mengatakan kepada keluarga Jang bahwa dirinya telah menghubungi Jang dan Jang tidak ingin ditemukan.

Detektif Jung Tae Woon dari Kepolisian Jeju mengatakan Bu menutup sejumlah kasus secara tidak sah karena tekanan pekerjaan.

"Terutama didorong oleh kelalaian dalam bekerja yang timbul akibat tekanan beban kerja yang menumpuk dan kelelahan yang terkait dengan bertambahnya tanggung jawab", kata Jung kepada wartawan, Selasa.

Jung juga mengatakan sikap Bu turut memperburuk kasus tersebut.

"Sikap tersangka yang mengelak dan tidak bertanggung jawab diyakini turut berkontribusi terhadap tindak pidana tersebut," ujarnya.

Polisi menyelidiki kembali penanganan kasus Jang. Polisi mengatakan mereka belum dapat memastikan penyebab kematian Jang karena kondisi jenazah sudah membusuk parah.

Kondisi tersebut berbeda dengan penilaian awal polisi yang menyatakan tidak menemukan tanda-tanda tindak kejahatan.

Untuk mengetahui sejauh mana kelalaian Bu, polisi meninjau sekitar 300 kasus orang hilang yang ditangani petugas tersebut selama kurang lebih 16 bulan.

Selain itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan Bu secara tidak sah menutup 25 kasus orang hilang lainnya. Ia menutup kasus tanpa memastikan keberadaan orang yang dilaporkan hilang.

Pada akhirnya, polisi menemukan seluruh 25 orang yang terkait dengan kasus tersebut dalam keadaan hidup dan selamat, kata pihak berwenang.

(mge/bac)
placeholder