Apakah China dan Rusia Ikut AS Beri Sanksi Ekonomi ke Iran?

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 13:45 WIB
Sanksi ekonomi total yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Iran kali ini, sangat tergantung kepada negara-negara lain di sekitar.
Sanksi ekonomi total yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Iran kali ini, sangat tergantung kepada negara-negara lain di sekitar. (AFP/ALEXANDER KAZAKOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sanksi ekonomi total yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Iran kali ini, sangat tergantung kepada negara-negara lain di sekitar.

Sebab sanksi ini merupakan isolasi terhadap Iran agar tidak kontak bisnis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Donald Trump sesumbar bahwa operasi tersebut bakal menjadi perang ekonomi paling menghancurkan dan isolasi dengan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Setiap negara yang mengizinkan lembaga keuangan, perusahaan, bandara, atau entitas pemerintahnya memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang luar biasa berat," tulis Trump di Truth Social, Kamis (20/8).

Apakah China-Rusia ikut?

Rusia dan China adalah dua negara yang dekat dengan Iran. Keduanya punya hubungan ekonomi dengan Iran terutama perdagangan minyak dan energi. China sudah tegas tidak akan ikut sanksi AS ke Iran.

China bahkan mengecam tindakan AS yang menjatuhkan sanksi sekunder terhadap negara-negara yang tetap melakukan kerja sama ekonomi dengan Iran.

"Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional dan tidak boleh diganggu," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Lin Jian mengutip AA, Selasa (25/8).

Lin menyatakan China menentang keras sanksi sepihak dan dinilai ilegal itu. Ia menyebut sanksi itu tidak memiliki dasar hukum internasional ataupun otorisasi dari Dewan Keamanan PBB.

Ia juga mengingatkan sanksi baru AS terhadap Iran itu berpotensi mengganggu tatanan keuangan global.

Hal senada disampaikan Rusia. Rusia akan berkoordinasi dengan Iran dan negara-negara lain yang berkepentingan untuk menghadapi kampanye ekonomi baru Amerika Serikat terhadap Teheran.

Moskow menilai kebijakan tersebut sebagai tekanan yang tidak sah dan menolak penggunaan sanksi sebagai instrumen untuk menekan negara lain.

Media Iran, Fars News Agency melaporkan pada Kamis (27/8/26), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers ketika membahas serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.

Zakharova mengatakan eskalasi yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran telah berdampak pada pasar energi dunia, dengan seperlima pasokan minyak dan sepertiga pasokan gas disebut terdampak.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip Kantor Berita Iran IRIB, Zakharova mengatakan, "Rusia dengan tegas menolak praktik pemberlakuan tindakan-tindakan sepihak, ilegal, dan koersif yang bertentangan dengan Piagam PBB."

(imf/bac)
placeholder