Korban Tewas Banjir Nepal Tembus 750 Orang, 3.000 Lebih Masih Hilang

CNN Indonesia
Minggu, 30 Agu 2026 12:45 WIB
Family members and friends pray next to the body of Rohan Shrestha, 25, a victim of deadly flash floods and mudslides, during his cremation rituals on the premises of Pashupatinath temple in Kathmandu, Nepal, August 29, 2026. REUTERS/Monika Malla
Jumlah orban tewas banjir dahsyat Nepal terus bertambah. (REUTERS/Monika Malla)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda Nepal-China dilaporkan bertambah hingga mencapai 750 orang pada Minggu (30/8).

Selain itu, berdasarkan data resmi dari pemerintah Nepal dan China juga dilaporkan lebih dari 3.000 orang masih dinyatakan hilang.

Dikutip dari CNN, badan penanggulangan bencana Nepal menyatakan jumlah korban tewas di negara tersebut meningkat menjadi 734 orang, dari sebelumnya 670 orang. Kemudian sedikitnya 2.498 orang, termasuk ratusan warga negara asing, masih dinyatakan hilang di Nepal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, otoritas China mengonfirmasi sedikitnya 16 orang meninggal dunia di wilayah Tibet dan sebanyak 546 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Dari jumlah tersebut, 261 orang di antaranya merupakan warga negara asing, termasuk 18 warga Amerika Serikat.

Banjir bandang dan tanah longsor menyapu Nepal pada Rabu (26/8). Laporan awal menyebutkan, bencana ini dipicu gempa bumi yang mengakibatkan longsoran es dan batuan di Sungai Lhende Khola, sungai yang melintasi wilayah Nepal dan Tibet.

Namun, analisis lebih lanjut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menunjukkan tidak ada gempa bumi sebelum insiden tanah longsor dan banjir bandang terjadi.

(dis/dal)
placeholder