Negara Eropa Ini Bakal Dapat 7 Kapal Sapu Ranjau di Laut Hitam

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 13:30 WIB
A picture shows the flag of the North Atlantic Treaty Organization (NATO) prior to the Meeting of NATO Ministers of Defence in Brussels, on October 21, 2021. (Photo by Kenzo Tribouillard / AFP)
Bulgaria telah menyetujui pembelian tujuh kapal pemburu ranjau dari Belgia & Belanda untuk memperkuat kemampuan militer membersihkan ranjau laut di Laut Hitam. (Foto: AFP/KENZO TRIBOUILLARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bulgaria telah menyetujui pembelian tujuh kapal pemburu ranjau dari Belgia dan Belanda untuk memperkuat kemampuan militernya dalam membersihkan ranjau laut di Laut Hitam.

Langkah tersebut dilakukan ketika NATO meningkatkan upaya untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parlemen Bulgaria menyetujui kesepakatan pembelian tiga kapal pemburu ranjau dari Belanda pada Rabu. Sementara itu, empat kapal lainnya akan diperoleh Bulgaria melalui perjanjian transfer yang melibatkan Belgia, Belanda, dan Bulgaria.

Belanda telah berkomitmen memulihkan kemampuan teknis dan meningkatkan kapasitas operasional tiga kapal sebelum kepemilikannya dialihkan kepada Bulgaria.

Bulgaria akan menanggung biaya perbaikan dan restorasi agar seluruh kapal memenuhi standar kesiapan operasional NATO.

Menteri Pertahanan Bulgaria Dimitar Stoyanov mengatakan kapal pemburu ranjau tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan negaranya.

"Kapal-kapal pemburu ranjau ini sangat dibutuhkan. Kami memiliki tiga kapal jenis yang sama, dan dengan tujuh kapal ini kami akan melengkapi dan lebih meningkatkan kemampuan kami," kata Stoyanov, seperti dilaporkan The Straits Times.

Bulgaria juga akan menggunakan kapal-kapal tersebut dalam kerja sama penanggulangan ranjau bersama Turki dan Rumania.

"Bulgaria adalah bagian dari kelompok penanggulangan ranjau yang dibentuk bersama dengan rekan-rekan kami dari Turki dan Rumania, dan bekerja dalam koordinasi yang sangat baik untuk membersihkan wilayah maritim ketiga negara tersebut," ujarnya.

Nota kesepahaman yang mencakup akuisisi tersebut juga meliputi pelatihan awak kabin, suku cadang, dan peralatan tambahan.

Dalam KTT NATO pada Juli, Bulgaria, Rumania, dan Turki sepakat memperluas tugas gugus penanggulangan ranjau.

Gugus tugas itu tidak hanya membersihkan ranjau terapung, tetapi juga menjalankan misi untuk membantu melindungi infrastruktur penting di Laut Hitam.

Ketiga negara tersebut berbagi wilayah Laut Hitam dengan Georgia, Rusia, dan Ukraina. Mereka membentuk gugus tugas penjinakan ranjau pada 2024.

Pembentukan itu bertujuan menanggulangi ancaman ranjau terapung setelah invasi Moskow ke Ukraina pada tahun 2022.

(mge/rds)
placeholder