Penumpang Berak di Kursi Pesawat, Penerbangan Malaysia-China Terganggu

CNN Indonesia
Jumat, 28 Agu 2026 15:15 WIB
Seorang penumpang wanita diduga buang air besar di kursinya dalam penerbangan AirAsia dari Malaysia menuju China.
Seorang penumpang wanita diduga buang air besar di kursinya dalam penerbangan AirAsia dari Malaysia menuju China. (iStockphoto/wisely)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penumpang wanita diduga buang air besar di kursinya dalam penerbangan AirAsia dari Malaysia menuju China.

Insiden tersebut membuat kabin pesawat dipenuhi bau menyengat hingga sekitar 40 menit sebelum pesawat mendarat di Shanghai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden itu terjadi dalam penerbangan AirAsia AK1516 yang berangkat dari Kota Kinabalu, Malaysia, pada 18 Agustus sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Pesawat tersebut kemudian tiba di Bandara Internasional Shanghai Pudong, China, sekitar pukul 03.00 pada 19 Agustus, seperti dilaporkan VN Express International dan AsiaOne.

Para penumpang menyadari bau tersebut sebelum mendarat.

Para penumpang mulai mencium bau menyengat sekitar 40 menit sebelum pesawat mendarat. Bau tersebut dilaporkan sangat kuat hingga membangunkan sejumlah penumpang yang sedang tidur.

Seorang penumpang bernama Zhao mengatakan kepada media lokal bahwa wanita tersebut diperkirakan berusia 40-an tahun. Wanita itu bepergian bersama dua anak dan duduk di antara kedua anaknya selama penerbangan.

"Saat itu sekitar pukul 2 pagi dan kami semua sedang tidur," kata Zhao, seperti dilaporkan News 18.

"Dia bergegas ke toilet sambil membawa tas," tambahnya.

Penumpang lain awalnya mengira wanita tersebut mengalami masalah kesehatan dan hendak muntah di toilet. Namun, para penumpang dilaporkan menemukan kotoran di kursinya dan di karpet lorong pesawat.

Ketika penumpang lain menanyakan kejadian tersebut, wanita itu dilaporkan mengatakan bahwa ia sedang merasa tidak sehat.

Sejumlah penumpang mempertanyakan alasan wanita tersebut tidak menggunakan toilet pesawat. Para saksi mengatakan toilet berada kurang dari lima meter dari tempat duduk wanita tersebut.

Menurut para penumpang, toilet juga masih dapat digunakan ketika insiden terjadi. Toilet tersebut dilaporkan belum ditutup untuk persiapan pendaratan.

Awak kabin kemudian segera menangani area yang terkena kotoran. Mereka menggunakan handuk, tisu, dan sarung tangan untuk membersihkan area tersebut.

Awak kabin juga menggunakan pengharum ruangan untuk mengurangi bau yang menyebar di dalam kabin. Namun, sejumlah penumpang mengatakan bau tersebut tetap bertahan hingga pesawat mendarat di Shanghai.

Para penumpang juga mengeluhkan kondisi pendingin udara selama proses pendaratan. Mereka menilai sirkulasi udara membuat bau tersebut semakin terasa.

AirAsia membenarkan ada "komplikasi kebersihan yang tidak biasa" dalam penerbangan AK1516. Maskapai tersebut menyebut insiden terjadi di area lorong pesawat sesaat sebelum pesawat mendarat.

Awak kabin kemudian melakukan pembersihan dasar sambil memastikan pesawat tetap dapat mendarat dengan aman. Kapten pesawat dan staf darat juga menerima informasi mengenai kejadian tersebut sebelum pesawat tiba di Shanghai.

Informasi itu diberikan agar petugas dapat menyiapkan pembersihan lebih lanjut setelah pesawat mendarat.

Setelah seluruh penumpang meninggalkan pesawat, petugas membersihkan dan mendisinfeksi area yang terdampak.

Manajer Umum AirAsia China, Frank Tang Ting, memuji respons awak pesawat dalam menangani kejadian tersebut. Ia menyebut kru telah menunjukkan "profesionalisme, ketenangan, dan respons cepat" selama menghadapi situasi tersebut.

AirAsia menegaskan keselamatan dan kesejahteraan penumpang tetap menjadi prioritas utama maskapai.

(mge/bac)
placeholder