Teheran Sanjung China yang Tegas Tolak Sanksi Ekonomi AS ke Iran
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memuji langkah China menolak sanksi ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran.
Dalam unggahan di media sosial X pada Rabu (26/8), Ghalibaf mengatakan penentangan China terhadap sanksi baru AS ke Iran menunjukkan bahwa kemitraan strategis antara kedua negara begitu kuat dan tak butuh izin siapa pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemitraan strategis komprehensif Iran-China berakar pada rasa saling menghormati, kerja sama saling menguntungkan, dan visi bersama untuk dunia multipolar. Hubungan ini tidak memerlukan izin siapa pun," tulisnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyampaikan bahwa Beijing menentang keras sanksi AS terhadap Iran "yang tidak memiliki dasar hukum internasional maupun mandat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa."
Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemberlakuan sanksi ekonomi terhadap Iran yang dijuluki "D-Day". Sanksi ini diberikan buntut negosiasi damai AS-Iran tak kunjung mufakat.
Ghalibaf merupakan salah satu negosiator utama Teheran dalam serangkaian pembicaraan dengan Washington. Ia juga menjabat sebagai utusan khusus Iran untuk urusan China.
China menjadi mitra dagang terbesar Iran sejak AS di bawah Trump menarik diri dari kesepakatan terkait program nuklir Iran dan menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Iran pada 2018.
Pertukaran ekonomi Beijing dan Iran, yang meliputi impor minyak dan produk petroleum dalam jumlah besar, terus berkembang selama beberapa tahun terakhir meskipun tekanan sanksi AS terhadap mitra dagang Iran semakin meningkat.
(blq/bac)
