HUT Kemerdekaan Malaysia Terancam, PM Anwar Doa Kabut Asap RI Reda

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 19:30 WIB
Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim gestures during a press conference with Indonesian President Prabowo Subianto in Jakarta, Indonesia, June 27, 2025. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
PM Anwar Ibrahim mengimbau masyarakat berdoa agar kabut asap imbas kebakaran hutan di Indonesia segera mereda menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengimbau masyarakat untuk berdoa agar kabut asap imbas kebakaran hutan di Indonesia segera mereda menjelang perayaan Hari Kemerdekaan (Hari Kebangsaan) pada 31 Agustus mendatang.

Ia mengatakan persiapan perayaan Hari Kebangsaan tengah dilakukan, yang kemudian akan dilanjutkan dengan perayaan Hari Malaysia pada 16 September. Namun, perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia ini terancam karena kualitas udara yang memburuk imbas kabut asap semakin pekat meluas di sejumlah titik wilayah Malaysia, terutama Sarawak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga sedang mempersiapkan perayaan Hari Kebangsaan Malaysia, yang kemudian dilanjutkan dengan Hari Malaysia. Hari Kebangsaan jatuh pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September," ucap Anwar dalam pidato peluncuran perayaan ulang tahun ke-80 Telekom Malaysia, Rabu (26/8).

"Kita berdoa kepada Allah agar kabut asap dapat dikendalikan sehingga perayaan dapat dilaksanakan," katanya menambahkan seperti dikutip The New Straits Times.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi Datuk Seri Fahmi Fadzil juga mengatakan pemerintah akan memutuskan apakah perlu menyesuaikan skala atau lokasi perayaan Hari Kebangsaan 2026 di tengah kualitas udara akibat kabut asap yang terus memburuk di Malaysia.

Ia mengatakan keputusan tersebut akan dibuat oleh Ketua Sekretaris Negara Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar setelah berdiskusi dengan Kementerian Komunikasi, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan, Departemen Meteorologi Malaysia, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Kesehatan.

Fahmi mengatakan pemerintah juga akan mengevaluasi program Malam Hari Kebangsaan pada 30 Agustus di Dataran Merdeka, yang diselenggarakan bersama oleh Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) dan CIMB.

Ia mengatakan kesehatan dan keselamatan 1.500 siswa sekolah menengah dari tiga negara bagian yang akan mengikuti pertunjukan grafis manusia akan menjadi pertimbangan sebelum keputusan akhir dibuat.

Kemarin, 30 wilayah di seluruh negeri mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat, dengan Putrajaya mencatat angka 155.

Hingga pukul 15.00 hari ini, angka API Putrajaya masih berada pada level tidak sehat, yaitu 155, meskipun jumlah wilayah yang mencatat kualitas udara tidak sehat secara nasional telah turun menjadi 10 wilayah.

Angka API 0 hingga 50 dikategorikan sebagai baik, 51 hingga 100 sebagai sedang, 101 hingga 200 sebagai tidak sehat, 201 hingga 300 sebagai sangat tidak sehat, dan di atas 300 sebagai berbahaya.

Sementara itu, Direktur Jenderal MetMalaysia Dr Mohd Hisham Mohd Anip sebelumnya mengatakan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Malaysia kemungkinan tidak akan mereda sampai pembakaran terbuka di negara tetangga berhasil dikendalikan.

Angin yang bertiup dari Kalimantan dan Sumatra saat ini membawa kabut asap lintas batas ke Sarawak dan pesisir barat Semenanjung Malaysia.

Malaysia juga menyatakan kesiapannya untuk membantu Indonesia dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan gambut.

(rds)
placeholder