Asap Makin Pekat, Malaysia Mau Terbangkan Pesawat di Perbatasan RI

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 20:00 WIB
Haze shrouds the ariel view around Sarawak Legislative Assembly building (R) in Kuching, the capital city of Sarawak state on the island of Borneo on September 9, 2019. (Photo by Abdul Hakim / AFP)
Malaysia mengerahkan pesawat untuk terbang di sepanjang perbatasan Indonesia menyusul kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra yang meluas. (Foto: Abdul Hakim / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Malaysia melakukan cloud-seeding atau modifikasi cuaca di sepanjang perbatasannya dengan Indonesia. Hal ini dilakukan Kuala Lumpur demi meningkatkan kualitas udara yang terus memburuk gegara kabut asap kiriman kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan.

Menteri Sumber Asli dan Kelestarian Alam Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup, mengatakan operasi modifikasi cuaca ini akan melibatkan pesawat Malaysia untuk melintasi wilayah udara Indonesia. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip The New Straits Times, Arthur mengatakan Indonesia telah memberikan izin resmi bagi pesawat Malaysia untuk melintasi wilayah udaranya dan melakukan operasi cloud-seeding.

Ia mengatakan Badan Pengurusan Bencana Negara (NADMA) dan Kementerian Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) sedang mempersiapkan jadwal operasional yang akan dikoordinasikan dengan Panglima Angkatan Tentara Nasional Indonesia.

"Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan kualitas udara membaik menjelang Hari Kebangsaan Malaysia ke-69 pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September, yang akan diselenggarakan di Kuching, Sarawak," ucap Arthur melalui sebuah pernyataan hari ini.

Arthur mengatakan Malaysia akan terus memantau secara ketat aktivitas titik panas dan kualitas udara melalui Kementerian Lingkungan Hidup serta MetMalaysia.

Ia juga menegaskan Malaysia akan terus berkoordinasi dan menjaga komunikasi dengan otoritas Indonesia terkait masalah kabut asap hutan di Sumatra dan Kalimantan ini.

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan Indonesia sudah menjadi masalah regional di Asia Tenggara.

Singapura dan Malaysia menjadi dua negara yang kerap terkena imbas dari kebakaran hutan yang rutin terjadi di Sumatra dan Kalimantan setiap tahunnya.

Sebanyak 591 sekolah di Sarawak, Malaysia, ditutupper Jumat (21/8) karena kualitas udara memburuk imbas kabut asap lintas batas.

Perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia yang jatuh pada 31 Agustus mendatang juga terancam terganggu jika kondisi cuaca dan kualitas udara terus memburuk imbas kebakaran hutan di Indonesia.

Malaysia masih memantau dan mempertimbangkan perayaan Hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus mendatang menyusul kabut asap yang terus meluas dan memburuk, terutama di Sarawak.

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES)Datuk Seri Arthur Joseph Kurup akan membawa persoalan terkait penyelenggaraan ke rapat kabinet apabila kondisi kabut asap di negara tersebut terus memburuk.

Menteri Datuk Seri Arthur Joseph Kurup mengatakan langkah tersebut diperlukan agar keputusan yang tepat dapat diambil dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat, mengingat kedua perayaan tersebut melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar serta berbagai kegiatan di luar ruangan.

Ia mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan kondisi cuaca pada Hari Kebangsaan yang jatuh pada 31 Agustus, karena prakiraan yang lebih akurat baru dapat diberikan empat atau lima hari sebelum tanggal tersebut.

(rds)
placeholder