Profesor di Malaysia Dipecat usai Sebut Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 08:45 WIB
Malaysia's national flag is hoisted next to an 18-metre high and 28-metre-wide snow statue of the Sultan Abdul Samad building at situated at Malaysia square, during the 65th annual Sapporo Snow Festival on February 5, 2014. The week-long festival sta
Ilustrasi. Universitas di Malaysia pecat profesor buntut sederet pernyataan kontroversial soal sejarah Melayu. Foto: AFP/Toshifumi Kitamura
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang profesor di Universitas Islam Internasional Malaysia (International Islamic University Malaysia/IIUM) dipecat buntut pernyataan-pernyataan kontroversialnya mengenai sejarah Melayu.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan Solehah Yaacob, profesor linguistik di IIUM, dipecat universitas setelah sejumlah pernyataannya viral dan menuai kontroversi di kalangan akademisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pernyataan Solehah yakni bahwa orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan kungfu terbang kepada orang China.

"Dia bukan lagi profesor dan tidak berhak mengeklaim hubungan apa pun dengan universitas," demikian pernyataan IIUM.

"IIUM berharap klarifikasi ini akan membantu menghindari kesalahpahaman dan menjunjung tinggi integritas serta kedudukan akademik universitas," lanjut IIUM.

Solehah memicu kontroversi ketika ia tahun lalu mengeklaim bahwa orang Melayu kuno bisa terbang dan mengajarkan seni kung fu terbang kepada orang China.

Ia kembali menjadi perhatian sebulan kemudian setelah menyampaikan bahwa orang Romawi kuno mempelajari teknik pembuatan kapal dari pelaut Melayu.

Awal bulan ini, ia juga menyebut bahwa kekayaan bijih besi di Kedah kemungkinan berasal dari hujan meteor. Klaim kontroversial lainnya termasuk mengenai Khadijah, istri Nabi Muhammad, memiliki hubungan dengan dunia Melayu.

Dia juga menjadi sorotan karena mengkritik masyarakat Melayu kuno buntut pengaruh Hindu-Buddha dan dikecam atas artikel akademisnya tahun 2018 yang mengutip media satir The Onion sebagai sumber.

Sejarawan dan akademisi berulang kali menyebut pernyataan-pernyataan Solehah tidak logis dan merusak pemahaman sejarah.

Solehah telah merespons pemecatannya dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Industrial Malaysia. Ia menuduh universitas telah melakukan tindakan tak profesional.

"Saya dipecat dalam waktu 24 jam setelah dianugerahi penghargaan Malaysia Research Assessment oleh Kementerian Pendidikan Tinggi dan tidak diizinkan mengajukan banding. IIUM ingin membayar saya setara dengan enam bulan gaji tapi saya menolak," ucapnya.

(blq/dna)