Pemerintah & Oposisi Venezuela Kompak Mau Rebut 31 Ton Emas di Inggris

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 13:25 WIB
An anti-government demonstrator waves a Venezuelan national flag in front of the Parque Cristal building in eastern Caracas during a day of vigils and prayers called by opposition leader and self-proclaimed interim president Juan Guaido, on May 5, 20
Ilustrasi bendera Venezuela. Foto: AFP Photo/Juan Barreto
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah dan oposisi Venezuela kompak akan meminta 31 ton emas atau senilai US$4 miliar (Rp71 triliun) dari Bank of England setelah melalui negosiasi selama dua pekan.

Inggris sempat menolak untuk mengakui pemerintah Venezuela pada 2018 dan memblokir akses aset-aset negara itu selama enam tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota parlemen yang ikut dalam perundingan, Ramon Lopez, mengatakan pelepasan aset akan digunakan untuk pemulihan imbas gempa yang mengguncang Venezuela.

"Aset-aset akan bergantung pada semua mekanisme perencanaan dan pengendalian yang diperlukan," kata Lopez, dikutip AFP, Senin (17/8).

Lopez menjelaskan dana itu akan disetorkan ke rekening Kementerian Keuangan Amerika Serikat. Washington bertindak sebagai mediator dalam negosiasi ini.

Saat ini, pelepasan emas itu sedang menunggu putusan hukum sebelum kembali ke Venezuela. Bank of England menolak komentar soal emas tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan pemerintah bukan pihak yang akan menentukan kendali atas emas tersebut. Mereka malah menggemakan dukungan terhadap transisi kekuasaan.

"Kami mendukung transisi kekuasaan yang demokratis di Venezuela yang mencerminkan kehendak rakyat Venezuela," demikian pernyataan Kemlu Inggris.

Ekonomi Venezuela makin luluh lantak imbas dua gempa besar dengan magnitudo 7,2 dan 7,4 pada Juni lalu. Imbas gempa ini, 6.438 orang tewas, 190 gedung runtuh, dan 24.000 rumah tak bisa dihuni.

Negosiasi pelepasan emas itu berlangsung saat AS menangguhkan sejumlah sanksi ke Venezuela dan siap bekerja sama dengan pemerintahan di bawah Delcy Rodriguez.

Rodriguez mulanya wakil presiden Venezuela sebelum Nicolas Maduro dan istrinya diculik pasukan Amerika Serikat pada Januari lalu.

(isa/dna)