Trump soal Pakta Pertahanan Makkah: Saya Sangat Senang

CNN Indonesia
Senin, 17 Agu 2026 17:20 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku senang dengan Pakta Pertahanan Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku senang dengan Pakta Pertahanan Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. (REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku senang dengan Pakta Pertahanan Makkah antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.

"Saya sangat senang melihat Arab Saudi, Turki, dan Pakistan baru-baru ini akhirnya menandatangani Pakta Pertahanan Makkah," tulis Trump di akun Truth Social-nya, melansir AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini, menurut dia, memperlihatkan bagaimana Timur Tengah bersatu.

"Hal ini juga memperlihatkan bagaimana negara-negara pada akhirnya mampu mempertahankan diri dengan cara yang lebih bermakna," tulisnya.

"LANGKAH PERTAMA YANG BESAR, BERANI, DAN PENTING," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani perjanjian bersama pada awal Agustus lalu. Perjanjian itu kemudian dikenal dengan sebutan Pakta Pertahanan Makkah.

Salah satu klausul yang muncul dalam perjanjian dinilai serupa dengan apa yang ada di dalam NATO. Serangan terhadap salah satu negara akan dianggap sebagai serangan untuk ketiga negara.

Perjanjian bersama di antara ketiga negara berlangsung saat perang antara AS dan Iran masih membara. Perjanjian dinilai berpotensi menimbulkan konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyebut, perjanjian tersebut dibuat untuk 'memperkuat pencegahan kolektif'.

"Perjanjian tersebut mendeklarasikan komitmen bersama untuk lebih memperkuat keamanan kolektif dan untuk mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan ini dan sekitarnya," ujar Kemenlu Pakistan.

Ketiga negara juga akan berbagi komitmen untuk berpartisipasi dalam upaya penyelesaian konflik antara AS dan Iran.

(asr)
placeholder