Menteri Inggris Murka Pemukim Israel Kepung Rumah Warga di Tepi Barat
Menteri urusan Timur Tengah Inggris Stephen Doughty mengecam kekerasan yang dilakukan pemukim ilegal Israel di Qusra, Tepi Barat, Palestina.
"Saya terkejut dengan laporan kekerasan pemukim di #Qusra," kata dia di X pada Kamis (13/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Doughty menegaskan korban harus dilindungi dan pelaku harus dimintai pertanggungjawaban.
"Permukiman ilegal melanggar hukum internasional dan merusak upaya terwujudnya solusi dua negara," kata dia.
Komentar itu muncul usai para pemukim ilegal Israel mengepung tiga rumah warga Palestina di desa Qusra selama beberapa hari. Mereka juga memutus pasokan air dan listrik, memblokir jalan akses, dan membatasi pasokan kebutuhan pokok.
Serangan yang dilakukan pemukim ilegal Israel ke warga Palestina memang kerap terjadi. Mereka biasanya melakukan serangan fisik, merusak fasilitas warga Palestina hingga properti pribadi mereka.
Pada Juni lalu, pemukim ilegal Israel bahkan menghalangi warga Palestina yang berusaha memadamkan kebakaran besar di dekat Taybeh, Tepi Barat.
Penyelidikan PBB yang dirilis pada Selasa juga menemukan otoritas Israel terlibat langsung dalam serangan pemukim yang telah menewaskan, melukai, dan menggusur warga Palestina di Tepi Barat.
Namun, misi Israel di Jenewa menolak laporan itu dan mengeklaim otoritas Israel, termasuk presiden dan perdana menteri, berulang kali mengutuk kekerasan terhadap warga Palestina.
Otoritas Israel padahal terus memperluas ekspansinya dengan mencaplok wilayah-wilayah di Tepi Barat dan membangun permukiman ilegal.
(isa/rds)