DPR AS Cecar Menhan soal Personel Kapal Induk Abraham Lincoln Stres

CNN Indonesia
Jumat, 14 Agu 2026 15:45 WIB
U.S. Secretary of Defense Pete Hegseth gestures as he testifies during a Senate Appropriations Committee hearing on U.S. President Donald Trump's supplemental funding request for the Department of Defense, in Washington, D.C., U.S., July 21, 2026. RE
Anggota kongres AS Mike Levin mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi penjelasan soal kapal induk USS Abraham Lincoln yang jadi sorotan. (Foto: REUTERS/Eric Lee)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota kongres Amerika Serikat Mike Levin mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth memberi penjelasan soal kapal induk USS Abraham Lincoln yang jadi sorotan.

Dalam unggahan di X, Levin merilis surat untuk Hegseth yang ditandatangani empat anggota DPR, mengkritik rencana yang sudah disusun Kemhan untuk menyelamatkan USS Lincoln tidak cukup. Keempat anggota DPR itu yakni Mike Levin, Sara Jacobs, Scott Peters, Juan Vargas.

"Kami perlu informasi yang jelas dan jujur dari Kementerian Pertahanan yang menyebabkan masalah di atas USS Lincoln untuk memastikan hal ini tak pernah terjadi lagi," demikian surat itu, dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat itu juga menyoroti, "Mengapa kondisi tak higienis tak segera ditangani? Mengapa para anggota militer tak menerima dukungan kesehatan mental yang memadai? Mengapa Angkatan Laut tidak mengkomunikasikan masalah-masalah ini sejak dini dan secara berkala kepada keluarga dan pejabat pemerintah yang berwenang?"

Terpisah, Anggota Komite Angkatan Bersenjata Senjata Richard Blumenthal menyurati Hegset dan Plt Menteri Angkatan Laut Hung Cao.

"Sudah ada laporan luas soal kekurangan pasokan dasar, kontaminasi air, masalah perpipaan, kesehatan mental [personel] yang memburuk, kekhawatiran soal keselamatan di dek kapal, dan gangguan sistem pos, yang menyebabkan banyak paket bantuan yang sedang dalam perjalanan ke kapal hilang selama berbulan-bulan," tulis Blumenthal, demikian dikutip Anadolu Agency.

Lebih lanjut, Blumenthal mengatakan kapal Lincoln meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut San Diego pada 21 November 2025 untuk penugasan yang mulanya direncanakan selama tujuh bulan.

USS Abraham Lincoln seharusnya berhenti berlayar pada Mei tetapi terus diperpanjang tanpa kepastian waktu pulang.

USS Abraham Lincoln menjadi sorotan karena kondisi kapal tersebut dan para awak kapal yang terus diperpanjang tugasnya.

Para pelaut di kapal tersebut juga dilaporkan mencoba melompat ke laut selama penugasan berkepanjangan di Timur Tengah. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan keluarga militer dan anggota parlemen tentang kesehatan mental dan kondisi kehidupan awak kapal.

(isa/rds)
placeholder