Gelar Dicabut, Menantu Sultan Brunei Pernah Dinikahi Secara Mewah
Gelar kerajaan menantu Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah, dicabut Istana setelah dinilai melakukan tindakan yang tidak pantas.
Adawiyyah resmi menjadi menantu setelah dinikahi Pangeran Abdul Malik pada 2015 silam. Abdul Malik merupakan anak bungsu dari istri pertama Sultan Hassanal Bolkiah, Ratu Saleha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sultan Hassanal Bolkiah memiliki 12 anak dari tiga istrinya yang bernama Ratu Saleha, Hajah Mariam, Azrinar Mazhar Hakim.
Resepsi pernikahan Adawiyyah dan Abdul Malik berlangsung sangat mewah dengan bertabur emas.
Rangkaian perayaan digelar selama total 11 hari dari 5 hingga 15 April di kediaman resmi Sultan, Istana Nurul Iman yang memiliki 1.788 kamar, 257 kamar mandi, lima kolam renang, dan garasi raksasa yang bisa menampung 110 mobil mewah.
Acara itu mencakup pertunjukan panggung untuk umum berupa acara bernuansa keagamaan yang digelar di dua lokasi berbeda di Bandar Seri Begawan.
Acara jamuan makan diadakan di aula istana yang berkapasitas hingga 5.000 tamu, dan diawali dengan prosesi masuk yang megah oleh para pengawal kerajaan yang membawa perisai serta tombak seremonial.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Menantu sampai PM Anwar Masuk RS |
Adawiyyah dan Abdul Malik sebagai mempelai mengenakan busana yang bertabur berlian dan permata lain dari ujung kepala hingga ujung kaki.
ABC News melaporkan, perhiasan sang pengantin wanita meliputi: tiara berlian dengan enam batu zamrud berbentuk tetesan air mata, kalung berlian yang dihiasi tiga batu zamrud besar, serta bros yang serasi.
Ia juga mengenakan sepasang sepatu hak tinggi Christian Louboutin bertabur kristal Swarovski dan gelang kaki tebal dari emas murni. Bahkan, alih-alih menggunakan bunga segar, sang pengantin wanita membawa buket yang berkilauan karena terbuat dari permata.
Pasangan pengantin ini kemudian berganti mengenakan busana malam yang tak kalah glamor. Pangeran Malik mengenakan seragam upacara militer yang dihiasi epaulette (hiasan bahu) dan kerah bertabur berlian, sementara sang istri mengenakan gaun ungu berhiaskan manik-manik dan sulaman benang perak.
Keluarga istana dikejutkan dengan kabar bahwa Pengiran Raabi'atul Adawiyyah dicabut gelar kerajaannya.
Penjabat Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menyatakan bahwa keputusan pencabutan gelar itu merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan oleh Sultan.
Menurut laporan RTB News, pencabutan gelar itu dilakukan menyusul perilaku Pengiran Raabi'atul Adawiyyah yang dinilai tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan.
(bac)[Gambas:Video CNN]


