PM Australia Didesak Minta Maaf Gegara Candaan 'Vulgar' soal PM Jepang

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 17:02 WIB
Japan's Prime Minister Sanae Takaichi and Australia's Prime Minister Anthony Albanese visit the Canberra Nara Peace Park in Canberra on May 4, 2026. (Photo by Saeed Khan / AFP)
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dikritik habis-habisan gegara dianggap melontarkan candaan vulgar terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. (Foto: AFP/SAEED KHAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dikritik habis-habisan gegara dianggap melontarkan candaan vulgar terhadap Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Albanese dituduh melontarkan candaan vulgar itu ketika bercerita soal hadiah melon pemberian Takaichi saat berkunjung ke Australia pada Mei lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam percakapannya dengan host podcast Bush Deep Nikki Osborne baru-baru ini, Albanese bercanda bahwa ia menerima hadiah "aneh" berupa melon kerajaan Jepang dari Takaichi.

Di Jepang, melon premium dianggap sebagai barang mewah dan harganya dapat mencapai lebih dari A$270 (Rp3,3 juta).

Ketika pembawa acara bertanya apakah Takaichi menyelundupkan buah tersebut melewati pemeriksaan bea cukai Australia, Albanese mengangkat kedua tangannya di depan dada dan berkata: "(saya) dapat beberapa melon."

"Dia datang dengan penampilan seperti Pamela Anderson," jawab sang pembawa acara seperti dikutip AFP.

Candaan itu memicu kritikan keras terhadap sang perdana menteri.

Pemimpin oposisi Australia sampai mendesak Albanese untuk meminta maaf atas candaan yang disebutnya "menghina" tersebut.

Ketika ditanya di parlemen pada Selasa (11/8) apakah ia akan meminta maaf atas "perilakunya yang tidak menghormati" tersebut, Albanese menjawab: "saya menolak anggapan yang terkandung dalam pertanyaan itu."

"Perdana Menteri Takaichi adalah sahabat Australia dan juga sahabat saya," katanya lagi.

Albanese sebelumnya telah menghadapi kecaman dan meminta maaf atas komentar yang disampaikannya dalam podcast yang sama bulan lalu, ketika ia mengatakan bahwa dirinya ingin "mengencani secara seksual" penyanyi Kylie Minogue.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong juga menolak tudingan bahwa komentar tersebut dimaksudkan sebagai penghinaan.

"Perdana menteri telah menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud agar komentar tersebut ditafsirkan seperti yang dilakukan oleh pihak oposisi," katanya, merujuk pada kelompok oposisi.

(rds/bac)


[Gambas:Video CNN]