Tolak 15 Poin Usul Trump, Netanyahu Diam-diam Setuju Rekonstruksi Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan diam-diam menyetujui rekonstruksi Jalur Gaza rencana Board of Peace (BoP) meski menolak 15 poin usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di badan tersebut.
Media Israel Army Radio melaporkan bahwa Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Israel Katz diam-diam menyetujui rencana rekonstruksi di bawah kendali pasukan internasional di wilayah timur Rafah, Jalur Gaza.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanpa pengumuman publik, Netanyahu dan Katz menyetujui "pekerjaan infrastruktur di 'Green Rafah' untuk membangun proyek perumahan bagi warga Palestina di luar kendali Hamas," demikian dilaporkan Army Radio, dikutip dari Middle East Monitor.
"Green Rafah" adalah kawasan yang dikuasai militer Israel, yang terletak di dalam area yang disebut sebagai "Garis Kuning" (Yellow Line). Itu merupakan batas yang memisahkan wilayah pendudukan Israel dari zona tempat warga Palestina diizinkan untuk bergerak.
Kawasan tersebut telah "diratakan dan dibersihkan sepenuhnya serta saat ini dalam keadaan kosong," dan nantinya akan berada "di bawah kendali pasukan multinasional," ungkap stasiun radio tersebut.
"Pekerjaan infrastruktur yang kini telah mendapat lampu hijau ini akan memungkinkan kontraktor dan pekerja untuk memasuki kawasan tersebut untuk melakukan penggalian serta pemasangan jaringan listrik, air, dan saluran pembuangan limbah," bunyi laporan itu.
"Kontraktor dan pekerja yang akan beroperasi di kawasan tersebut adalah warga Palestina dari Gaza," sebut media itu, mengutip sumber-sumber keamanan Israel.
"Saat ini, mereka sedang menjalani pemeriksaan keamanan oleh badan intelijen Shin Bet untuk mendapatkan izin masuk ke wilayah di sepanjang Garis Kuning. Mereka diperkirakan akan mulai bekerja dalam hitungan minggu, atau tak lama setelah itu," ungkap sumber-sumber tersebut.
Namun, kantor PM Netanyahu menyatakan kepada stasiun radio tersebut bahwa laporan itu "mendistorsi fakta dan memuat ulang informasi yang sudah usang."
Kantor itu mengklaim bahwa proyek ini merupakan inisiatif percontohan Uni Emirat Arab yang sudah berjalan selama beberapa bulan.
"Pekerjaan terkait listrik, saluran pembuangan, dan air tidak akan dilaksanakan oleh kontraktor dari Gaza, melainkan akan diawasi oleh militer Israel," tambahnya.
(bac)[Gambas:Video CNN]

