Jenderal Tertinggi AS Disebut Mulai Cari Cara Sudahi Perang Iran

CNN Indonesia
Sabtu, 08 Agu 2026 13:00 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 30: Chairman of the Joint Chiefs of Staff General Dan Caine testifies during a Senate Armed Services committee hearing in the Dirksen Senate Office Building on April 30, 2026 in Washington, DC. The committee held the hearing to
Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Dan Caine dikabarkan sedang mencari cara untuk menyudahi perang AS vs Iran. (Getty Images via AFP/Graeme Sloan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat (AS) Dan Caine dikabarkan sedang mencari cara untuk menyudahi perang AS vs Iran.

Tiga sumber yang mengetahui hal tersebut mengatakan kepada CNN bahwa jenderal tertinggi di AS itu mulai menyusun siasat membawa AS keluar pertempuran, karena opsi militer yang tersedia bisa menjadi bumerang bagi Washington.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut salah satu sumber, Caine menilai bahwa perang ini sudah mencapai titik penentuan. Caine telah membahas masalah ini dengan para pejabat kabinet Presiden AS Donald Trump, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.

Para sumber mengatakan Caine baru-baru ini mengadakan pertemuan terpisah dengan beberapa penasihat militer utama Trump untuk memfasilitasi koordinasi antarlembaga dan memastikan mereka memiliki pemahaman yang sama sebelum bertemu presiden.

Caine berupaya memperjelas Trump mengenai keterbatasan dan risiko opsi militer yang tersedia, termasuk opsi yang tidak melibatkan pengerahan pasukan di darat.

"Saya pikir itu hanyalah caranya untuk melindungi militer," kata salah satu sumber.

[Gambas:Video CNN]

Trump secara konsisten menentang gagasan mengerahkan pasukan darat di Iran. Ia justru percaya serangan udara saja mampu menekan Iran dan memaksa negara itu menyetujui kesepakatan.

Namun, Caine dan para anggota kabinet Trump secara pribadi menganggap hal itu tidak mungkin terjadi.

Akhir bulan lalu, Caine mengatakan kepada anggota parlemen dalam sidang publik bahwa "kekuatan udara memiliki batasnya".

Menurut salah satu sumber, Caine dan sejumlah pejabat Trump tak setuju dengan rencana Trump pada akhir Juli lalu untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Mereka khawatir tentang kemungkinan dampak buruk dari eskalasi konflik.

"Satu-satunya pihak yang mendukung operasi tersebut adalah elemen-elemen dari CENTCOM (Komando Pusat AS)," ujar sumber tersebut. CENTCOM adalah komando militer AS yang bertanggung jawab atas Timur Tengah.

Trump pada akhirnya menarik rencana tersebut setelah para pemimpin negara Teluk berbondong-bondong menghubunginya dan menyampaikan kekhawatiran akan balasan Iran di negara mereka.

Akan tetapi, menurut seorang pejabat senior AS, Trump belum mengesampingkan rencana tersebut. Ia masih membuka kemungkinan untuk menyerang Iran besar-besaran di masa yang akan datang.

Kendati demikian, isu stok amunisi AS menipis belakangan menjadi kekhawatiran baru yang diangkat Caine serta para pejabat Teluk. Seluruhnya cemas bahwa Iran akan menargetkan infrastruktur energi Timur Tengah jika AS meluncurkan serangan tersebut.

Dalam laporan CNN sebelumnya, Caine menyampaikan persoalan amunisi ini di dua pertemuannya dengan Trump. Namun, Trump malah lebih mengkhawatirkan bocornya informasi soal ini di publik.

Beruntung CENTCOM cepat menyadari dan langsung mengevaluasi kembali strategi AS dalam melawan Iran.

Seorang pejabat militer senior CENTCOM baru-baru ini dikabarkan mengirim surel kepada analis-analis militer untuk mendapatkan bantuan akan ide-ide baru guna menekan Iran.

Meski bukan hal buruk, permintaan pendapat semacam ini mengindikasikan bahwa situasi militer Washington sedang tidak baik-baik saja.

(blq/chri)