Kata-kata Rusia soal Disebut Sewa Tentara Bayaran Kolombia di Ukraina

tim | CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 13:40 WIB
Russian President Vladimir Putin attends a meeting with Chief of the General Staff of Russian Armed Forces Valery Gerasimov in Moscow, Russia April 19, 2025. Sputnik/Vyacheslav Prokofyev/Pool via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY
Rusia dilaporkan menggunakan tentara bayaran dari Kolombia untuk membantu mereka dalam perang melawan Ukraina. (Foto: via REUTERS/Vyacheslav Prokofyev)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia dilaporkan menggunakan tentara bayaran dari Kolombia untuk membantu mereka dalam perang melawan Ukraina.

Media Kolombia, Niticias Caracol, pada Senin (3/8) merilis laporan investigasi menampilkan kesaksian dan dokumen yang menuduh Rusia merekrut warga negara Kolombia sebagai strategi melawan Ukraina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Kolombia Gustavo Petro juga sempat menegaskan setidaknya ada 7.000 warga yang berperang di Rusia dan Ukraina demi uang.

Pernyataan ini senada dengan investigasi media Ukraina tahun lalu NV, sebanyak 7.000 warga Kolombia berperang untuk membantu Kyiv sejak 2022.

Sejauh ini tak ada angka resmi berapa tentara Kolombia yang membantu Ukraina. Namun, Kyiv memperkirakan 40 persen warga asing yang ikut berperang adalah warga Kolombia.

Namun, menurut anggota keluarga yang bekerja bekerja menyediakan layanan keamanan luar negeri, merek kerap diperlakuan buruk di Rusia dan Ukraina.

Lpaoran itu senada dengan pernyataan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Maret lalu yang memperkirakan 10.000 warga Kolombia direkrut ke luar negeri untuk berpartisipasi dalam konfilik bersenjata di dunia. Sering kali, mereka ditempatkan atau dihadapkan dengan "kondisi yang tak manusiawi."

Tentara Kolombia kerap kesulitan mencari pekerjaan setelah penisun dari dinas militer. Mereka hanya dilatih untuk berperang dalam konflik yang dipicu kelompok gerilya dan kartel narkoba.

Respons Rusia

Menanggapi laporan itu, Kedutaan Besar Rusia di Kolombia buka suara. Mereka membantah ada hubungan Kremlin dengan jaringan perekrutan tentara bayaran Kolombia untuk membantu Moskow.

"[Kami] tak punya hubungan dengan para perekrut yang disebutkan dalam laporan tersebut, dan tidak memiliki sedikit pun gagasan tentang bagaimana mereka membiayai kegiatan mereka," demikian pernyataan Kedubes Rusia pada Rabu, dikutip AFP.

Tentara bayaran untuk Rusia sempat menjadi sorotan usai organisasi pimpinan Yevgeny Prighozin, Wagner, membantu Kremlin dalam perang.

Mereka terkenal memiliki sikap brutal terhadap tentaranya. Pimpinan Wagner bahkan sudi menembak anggotanya di hadapan anggota lain jika mereka enggan berperang.

Wagner juga sempat menjadi sorotan saat Prigozhin sesumbar bakal menyerbu Moskow untuk melengserkan Menteri Pertahanan pada Juni 2023. Namun, upaya ini gagal.

Pada Agustus 2023, Prigozhin tewas dalam kecelakaan pesawat. Sehari usai kecelakaan Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut dia pebisnis yang bertalenta, tetapi juga telah melakukan kesalahan serius dalam hidup.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]