Polisi Malaysia ke RI Selidiki Rantai Narkoba Pilot Malaysia Airlines

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 08:05 WIB
Members of the Malaysian Police man the main gate of the Forensic wing at the Hospital Kuala Lumpur in Kuala Lumpur on February 17, 2017, where the body of a North Korean man suspected to be Kim Jong-Nam, half-brother of a North Korean leader Kim Jon
Kepolisian Malaysia akan mengirim tim investigasi dan intelijen ke Jakarta untuk menyelidiki jaringan sindikat narkoba yang melibatkan pilot Malaysia Airlines. (AFP PHOTO/MOHD RASFAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM) akan mengirim tim investigasi dan intelijen ke Jakarta pekan depan untuk menyelidiki jaringan sindikat narkoba yang melibatkan pilot Malaysia Airlines.

Direktur Satuan Kriminal Narkotika (Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik/JSJN) Bukit Aman Hussein Omar Khan mengatakan pasukan akan berada di Jakarta dari 11 hingga 15 Agustus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investigasi ini, lanjut dia, bertujuan untuk mengidentifikasi sumber pasokan narkoba, metode penyelundupan, dan kemungkinan keterkaitan pelaku dengan sindikat.

"Investigasi ini penting untuk mengidentifikasi seluruh rantai distribusi, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain," kata Hussein ke radio Bernama, yang dikutip Harian Metro, Rabu (5/8).

Hussein juga menjelaskan pemerintah Malaysia tak akan meminta ekstradisi pilot itu dan membiarkan dia menjalani proses hukumnya di Indonesia.

Pada akhir Juli lalu, pihak berwenang Indonesia menangkap pilot Malaysia Airlines dengan inisial MSO di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Dari hasil pemeriksaan, petugas bea cukai menemukan 14 kantong ekstasi yang berisi lebih dari 70.000 pil di dalam koper pilot, dan empat gram metamfetamin, yang diduga untuk penggunaan pribadi, di dalam tas tangan MSO.

Pada 3 Agustus, pihak berwenang di Bandara Juanda juga menangkap warga asal Johor, Malaysia, dengan inisial DI karena kedapatan membawa 1.089 ekstasi.

Petugas juga menyita empat bungkus sabu-sabu dengan berat total 990 gram.

Terpisah, petugas di Bandara Soekarno-Hatta juga menangkap tiga perempuan asal Kinabalu, Malaysia, yang berusaha menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menyita 0,5 gram abu diduga kokain, 0,3 gram abu diduga kokain, 2 gram bubuk diduga kokain, 4,2 gram pil diduga MDMA, 1,8 gram bubuk diduga ketamin, 2,4 gram pil diduga MDMA, dan 16,9 gram lintingan tembakau diduga bercampur dengan ketamin.

Selain itu, petugas juga mengamankan 1,4 gram serbuk putih diduga kokain, 1 pcs cartride diduga mengandung ketamin.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]