Iran-Oman Sepakat Urusan Selat Hormuz, Wanti-wanti Gelagat AS

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 07:31 WIB
Iran's foreign ministry spokesman Esmaeil Baghaei holds a weekly press conference in Tehran on October 28, 2024. Israel on October 26 launched air strikes on military sites in Iran, risking further regional escalation more than a year into the Gaza w
Iran telah menyepakati rute-rute kapal yang melintasi Selat Hormuz bersama Oman dan tengah menyelesaikan pengaturan untuk mengelola jalur perairan itu. (Foto: AFP/ATTA KENARE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengatakan telah menyepakati rute-rute kapal yang melintasi Selat Hormuz bersama Oman dan kini tengah menyelesaikan pengaturan untuk mengelola jalur perairan tersebut secara bersama

Pada Rabu (5/8), Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan terobosan baru itu bersama Oman di tengah kebuntuan negosiasi dengan Amerika Serikat imbas perang yang kembali memanas antara keduanya meski sedang gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Koordinat geografis rute yang direncanakan kedua pihak telah disepakati dan, jika pihak ketiga tertentu tidak menghambat proses tersebut, pernyataan bersama kedua negara yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA.

Menurut laporan tersebut, Baqaei mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan dengan Oman terus berjalan. Namun, sekalipun kesepahaman tercapai, hal itu tidak berarti Selat Hormuz telah menjadi jalur yang aman bagi seluruh kapal yang melintas.

Namun, sumber-sumber resmi yang memberikan keterangan kepada media Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz ini akan bergantung pada gelagat AS, terutama dalam memenuhi apa yang dipandang Teheran sebagai komitmennya untuk mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

"Faktor-faktor yang membuat Selat Hormuz tidak aman masih ada di pihak Amerika Serikat, terutama blokade laut serta tindakan agresif dan mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingannya," ujarnya.

Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia. Iran secara de facto telah menguasai Selat Hormuz sejak lama dan menjadikan jalur perairan itu senjatanya melawan Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan perang sejak 28 Februari lalu.

Presiden AS Donald Trump berulang kali mengatakan bahwa Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran tersebut.

Namun, Iran membantahnya dan mengatakan akan mengatur lalu lintas pelayaran melalui kesepakatan dengan negara tetangganya di seberang selat, Oman.

(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]