Netanyahu Ogah Manut Trump, Tolak Gencatan & Tarik Pasukan dari Gaza

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 10:40 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a session at the Knesset, Israel's parliament, before it dissolves ahead of the 2026 Israeli elections, in Jerusalem, July 16, 2026. REUTERS/Ronen Zvulun
PM Benjamin Netanyahu menolak gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, Palestina, sesuai usulan peta jalan AS di Board of Peace (BoP). (Foto: REUTERS/Ronen Zvulun)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menolak gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, Palestina, sesuai usulan Amerika Serikat dalam perjanjian gencatan yang disepakati pada tahun lalu.

Media lokal Israel, Israel Hayom, mengutip sumber melaporkan Netanyahu menyampaikan penolakan itu saat bertemu perwakilan tinggi Dewan Perdamaian (Board of Peace) Nickolay Mladenov pada Senin (3/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Israel tak akan mundur dari posisi yang dikuasainya di Gaza dan tidak akan gencatan," kata Netanyahu dalam laporan media itu, dikutip Anadolu Agency, Selasa.

Dia lalu berujar, "Hamas terus membangun kemampuan militer dan menimbulkan ancamna langsung ke tentara Israel dan komunitas di sekitar Gaza."

Israel Hayom juga melaporkan Dewan Keamanan sudah menyampaikan keberatan Netanyahu ke BoP dan tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Laporan tersebut muncul setelah BoP merilis kesepakatan soal pelucutan senjata Hamas sebagai tindak lanjut atau fase kedua dari gencatan senjata.

Dalam kesepakatan baru itu, persenjataan Hamas dan milisi lain di Palestina akan dilucuti. Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) nantinya akan mengawasi pembongkaran hingga menyimpan logistik dan persenjataan yang dilucuti.

Kesepakatan tersebut juga menjelaskan soal pasukan Israel yang ditarik dari Gaza setelah pelucutan senjata rampung.

Hamas sementara itu, mengatakan pelucutan senjata bergantung pada penarikan Israel dari Gaza dan kemajuan rekonstruksi di wilayah Palestina.

Dia juga menegaskan Hamas enggan mematuhi perjanjian itu jika Israel melanggar kesepakatan.

Israel sudah berulang kali melanggar gencatan senjata. Pekan lalu, pasukan Zionis kembali menggempur habis-habisan Gaza. Imbas operasi itu, 26 orang tewas dalam dua hari.

Sementara itu, agresi Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 orang di Palestina, ratusan ribu terluka, dan jutaan orang terpaksa menjadi pengungsi.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]