RI Kecam Serangan Baru Israel ke Jalur Gaza: Sengaja Hambat Peace Plan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 06:30 WIB
Smoke and flames rise after an Israeli airstrike hit a mosque in Gaza City, July 28, 2026. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Jalur Gaza Palestina baru-baru ini yang kembali menambah korban tewas agresi brutal sejak Oktober 2023 lalu. (Foto: REUTERS/Dawoud Abu Alkas)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia mengecam keras serangan militer Israel ke Jalur Gaza Palestina baru-baru ini yang kembali menambah korban tewas agresi brutal Tel Aviv sejak Oktober 2023 lalu.

Melalui kicauan di X, Kementerian Luar Negeri RI menuturkan gempuran teranyar Israel ke Gaza ini "secara sengaja menghambat implementasi Peace Plan untuk Gaza, dan memperburuk penderitaan rakyat Palestina."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dari kesepakatan gencatan senjata, untuk menghentikan serangan militernya segera dan secara permanen, dan memenuhi seluruh komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang sejalan dengan hukum internasional," bunyi pernyataan Kemlu RI pada Selasa (4/8).

"Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menjamin pelindungan penuh terhadap warga sipil, tenaga medis dan pekerja kemanusiaan, serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman, cepat dan tanpa hambatan."

Dalam pernyataan itu, Indonesia juga turut menyambut baik kabar kesepakatan baru Hamas dan Amerika Serikat soal gencatan senjata.

Jakarta juga menyambut baik pemberitaan bahwa Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya telah menerima Roadmap implementasi Peace Plan fase kedua untuk Gaza, sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025).

"Indonesia menegaskan kembali komitmennya dalam mewujudkan proses politik yang kredibel untuk mencapai kemerdekaan Palestina berdasarkan Solusi Dua Negara, sejalan dengan Resolusi PBB yang relevan dan parameter yang telah disepakati secara internasional, sebagai jalan bagi tercapainya perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan menyeluruh di Timur Tengah," lanjut Kemlu RI.

Israel kembali melancarkan serangan udara ke Gaza untuk hari kedua berturut-turut dalam beberapa pekan terakhir, di tengah klaim Presiden AS Donald Trump soal terobosan upaya menjalankan kesepakatan gencatan senjata Gaza tahun lalu.

Serangan brutal terbaru Israel ini menewaskan 19 warga Gaza pada Sabtu (1/8). Angka ini terus bertambah hingga 26 jiwa pada akhir pekan, demikian dikutip Al Jazeera.

Serangan Israel memicu kecaman dari komunitas internasional terutama mediator seperti Qatar, Turki, dan Mesir. Dalam pernyataan bersama yang dirilis, mereka mengutuk keras tindakan pasukan Zionis.

"Qatar, Republik Arab Mesir, dan Republik Turki, dalam kapasitasnya sebagai negara yang memediasi konflik, menyampaikan kecaman keras dan penolakan terhadap pelanggaran Israel yang terus berlanjut di Gaza," demikian pernyataan tersebut yang diunggah Kementerian Luar Negeri Qatar, Senin (3/8).

Mereka juga menyebut tindakan Israel yang menyerang infrastruktur sipil dan menyebabkan perempuan hingga anak-anak tewas merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Ketiga negara itu lantas meminta Israel mematuhi semua kewajiban berdasarkan hukum internasional dan gencatan senjata yang sudah disepakati.

"Berlanjutnya pelanggaran ini merupakan pelanggaran perjanjian dan melemahkan upaya yang bertujuan menerapkan fase kedua, khususnya setelah Hamas dan faksi-faksi di Palestina mengumumkan penerimaan mereka terhadap peta jalan itu," lanjut mereka.

Serangan brutal Israel terjadi di tengah gencatan senjata yang sudah disepakati pada Oktober tahun lalu. Perjanjian ini berisi penghentian pertempuran, penarikan pasukan Israel, hingga pelucutan senjata Hamas.

Operasi Israel itu juga berlangsung usai Dewan Perdamaian (BoP) merilis pernyataan Hamas dan faksi di Palestina sepakat pelucutan senjata, sebagai bagian fase kedua dari gencatan senjata.

Namun, Hamas menegaskan tak akan mematuhi perjanjian tersebut jika Israel tak henti menyerang Gaza.

(rds)


[Gambas:Video CNN]