BBM Makin Langka, Kuba Gelap Gulita Imbas Pemadaman Listrik Nasional

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 08:45 WIB
A clothing store employee cleans the floor of the store as Cuba struggles to restore power after the collapse of its national grid the day before, leaving millions still without electricity across the Caribbean island nation, in Havana, Cuba July 7,
Kuba mengalami pemadaman listrik nasional imbas kekurangan bahan bakar akut dan diperparah dengan sanksi Amerika Serikat. Ini merupakan pemadaman kali keenam sepanjang 2026. (Foto: REUTERS/Norlys Perez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kuba mengalami pemadaman listrik nasional imbas kekurangan bahan bakar akut dan diperparah dengan sanksi Amerika Serikat. Ini merupakan pemadaman kali keenam sepanjang 2026.

Perusahaan utilitas negara Union Electrica de Cuba (UNE) mengumumkan pemadaman tersebut pada Minggu (2/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemadaman listrik total terjadi di sistem kelistrikan nasional," demikian pernyataan UNE dalam unggahan di X.

Mereka lalu berujar, "Kami akan terus memberikan informasi terbaru."

Listrik mulai pulih pada Senin, tetapi sebagian besar wilayah di Kuba masih mengalami pemadaman.

Biasanya, pihak berwenang berupaya memulihkan listrik dengan menciptakan jaringan listrik kecil dan terilosasi untuk memasok rumah sakit, sistem air, dan fasilitas makanan sebelum memulihkan secara keseluruhan, demikian dikutip Al Jazeera,

UNE menyatakan pihak berwenang terus berusaha menangani pemadaman tersebut. Mereka juga melaporkan dua unit di pembangkit listrik tenaga gas Energas di Boca de Jaruco sedang disambungkan kembali ke jaringan listrik.

Kemudian pada Senin pagi, menurut pihak berwenang, sekitar 23 persen wilayah di Havana kembali menerima aliran listrik.

Sebagian besar warga Kuba kini hanya menerima aliran listrik beberapa jam dalam sehari.

Kuba juga kerap mengalami pemadaman. Pada Juli saja, warga mengalami tiga kali pemadaman dalam sembilan hari. Salah satu pemadaman ini membuat 10 juta orang tanpa listrik.

Sistem kelistrikan Kuba berada dalam kondisi sangat rentan imbas kekurangan bahan bakar kronis, infrastruktur yang ketinggalan zaman, hingga sanksi dari Amerika Serikat.

Pemerintah Kuba menyalahkan AS yang secara ketat membatasi pasokan minyak ke pulau itu dan akses terhadap peralatan hingga pembiayaan.

Kuba kehilangan sumber bahan bakar utama usai pemerintah Amerika Serikat meluncurkan agresi ke Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro. Setelah ini, Washington berambisi menguasai minyak negara tersebut.

(isa/rds)


[Gambas:Video CNN]