Israel Protes ke Trump soal Deal AS & Hamas terkait Pelucutan Senjata
Israel menyampaikan "keprihatinan keamanan yang serius" kepada Amerika Serikat terkait usulan kesepakatan pelucutan senjata Hamas di Jalur Gaza, Palestina.
Juru bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Doron Spielman, mengatakan kepada AP pada Minggu (2/7) bahwa pasukan Israel tidak akan ditarik dari Gaza sebelum Hamas benar-benar menyerahkan seluruh persenjataannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penilaian kami adalah bahwa jika kami melakukan penarikan pasukan sebelum Hamas benar-benar dilucuti, mereka akan dengan cepat kembali memperluas kehadirannya di seluruh Gaza ... dan berupaya melancarkan serangan lain seperti 7 Oktober," ujarnya.
"Pelucutan senjata berarti menyerahkan senjata secara fisik. Tidak ada definisi lain selain itu," tambah Spielman seperti dikutip Al Jazeera.
Pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad, mengonfirmasi kelompoknya telah mencapai kesepakatan dengan Board of Peace (BoP) untuk melucuti senjata.
Lihat Juga :![]() KILAS INTERNASIONAL Malaysia soal Pilot Pembawa Ekstasi ke RI sampai 3 Jet Iran Hilang |
BoP merupakan badan besutan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik di Jalur Gaza Palestina.
Kepada CNN, Hamad menuturkan namun keputusan pelucutan senjata kelompoknya ini bergantung pada dua syarat utama, yakni soal penempatan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza serta kepatuhan Israel terhadap seluruh kewajibannya dalam perjanjian gencatan senjata pada Oktober lalu.
Salah satu syarat terpenting yakni Israel harus sepenuhnya angkat kaki dari Gaza jika AS menginginkan Hamas melucuti senjata wilayah itu.
Kesepakatan ini adalah satu paket," kata Hamad pada Jumat (31/7).
"Kami tidak akan memulai langkah apa pun terkait persenjataan sebelum Israel melaksanakan komitmennya. Terus terang, jika Israel tidak melaksanakannya, kami juga tidak akan melanjutkan proses ini," paparnya menambahkan.
Menurut Hamad, Israel terlebih dahulu harus menghentikan seluruh operasi militer, mengakhiri semua pembunuhan di Gaza, dan menarik pasukannya hingga ke Yellow Line sesuai perjanjian gencatan senjata Oktober.
(rds)[Gambas:Video CNN]

