Lebanon Selidiki Bankir Gegara Kepergok Foto Bareng PM Netanyahu

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 21:30 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during a press conference at the Prime Minister’s office in Jerusalem, Israel, August 10, 2025.  ABIR SULTAN/Pool via REUTERS
Lebanon berupaya menangkap dan menyelidiki seorang bankir bernama Antoun Sehnaoui setelah kedapatan berfoto bersama PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: via REUTERS/ABIR SULTAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaksa Penuntut Umum Lebanon Hakim Ahmad Rami Al Hajj telah memerintahkan aparat keamanan untuk menangkap dan menyelidiki seorang bankir bernama Antoun Sehnaoui setelah beredar fotonya bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan sebuah foto beredar yang memperlihatkan Sehnaoui sedang makan malam bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington, DC, Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah sekelompok pengacara mengajukan pengaduan resmi yang menuntut Sehnaoui dituntut berdasarkan undang-undang Lebanon.

Dikutip Al Jazeera, UU Lebanon secara tegas melarang segala bentuk kontak dengan warga Israel dan hal itu dianggap sebagai tindak pidana serta dapat dihukum penjara.

Hakim Al Hajj memerintahkan aparat untuk memastikan apakah foto yang diunggah di platform X oleh jurnalis Axios Barak Ravid itu merupakan gambar asli atau telah dimanipulasi secara digital sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut.

Hasil penyelidikan tersebut dapat berujung pada penangkapan Sehnaoui apabila ia kembali ke Lebanon.

Menurut Ravid, Sehnaoui dan mantan utusan khusus Amerika Serikat Morgan Ortagus menjadi tuan rumah jamuan makan malam pada Senin untuk mengenang mendiang Senator Lindsey Graham.

Acara tersebut dihadiri oleh Netanyahu, istrinya Sara Netanyahu, serta sejumlah pejabat Amerika Serikat.

Langkah hukum ini muncul di tengah pembicaraan yang dimediasi AS antara Lebanon dan Israel, yang secara teknis masih berada dalam keadaan perang sejak 1948.

(bac/rds)


[Gambas:Video CNN]