Perang Timteng Pecah Lagi! Rentetan Ledakan Terdengar di Iran

CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 09:19 WIB
A projectile is fired during what the U.S. Central Command (CENTCOM) said was a third round of strikes this week against Iran, in this screen grab taken from a handout video released on July 11, 2026. U.S. Central Command/Handout via REUTERS    THIS
Ilustrasi. Perang lanjut lagi, ledakan terdengar di sejumlah kota di Iran imbas gempuran AS. Foto: via REUTERS/U.S. Central Command
Jakarta, CNN Indonesia --

Militer Amerika Serikat kembali menggempur Iran pada Kamis (30/7) dini hari usai pangkalan mereka di Yordania dan kapal tanker gas dihantam drone.

Media lokal Iran yang dikutip Al Jazeera melaporkan tiga ledakan terdengar di Pulau Qeshm. Warga setempat mengatakan rudal menghantam daerah pemukiman di pulau itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ledakan juga terdengar di provinsi Bushehr, satu-satunya tempat pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Wakil menteri keamanan di provinsi Khuzestan juga mengatakan pasukan AS menargetkan "beberapa lokasi di Abadan."

Media televisi Iran, IRIB, turut melaporkan dua ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas di provinsi Hormozgan. Suara serupa juga terdengar di pulau-pulau Abu Musa, Kish dan Qeshm.

Serangkaian serangan ini terjadi usai pangkalan AS di Yordania digempur Iran. Trump juga menuduh Iran menjadi dalang serangan yang menyebabkan kapal tanker gas mereka terbakar.

Menanggapi insiden tersebut, Trump sebelumnya bersumpah siap mengambil tindakan keras.

"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Kita akan menghajar mereka habis-habisan," kata Trump kepada Fox News.

Sejak pertengahan Juli, AS menggempur habis-habisan Iran meski ada gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran. Iran lalu membalasnya. Pertempuran pun kembali terjadi hingga saat ini.

(isa/dna)