Irak Buka Penyelidikan usai Saudi Marah Diserang Drone dari Baghdad
Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi membuka penyelidikan atas klaim Arab Saudi bahwa drone yang menargetkan Negeri Minyak diluncurkan dari wilayah Baghdad.
Juru bicara Al Zaidi, Sabah Al Numan, mengatakan pada Senin (27/7) bahwa sang PM telah memerintahkan otoritas berwenang untuk menyelidiki klaim Riyadh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah Irak menegaskan kembali komitmen konstitusional dan teguhnya terhadap prinsip-prinsip bertetangga baik dan untuk tidak mengizinkan penggunaan wilayah Irak sebagai koridor atau landasan peluncuran untuk serangan apa pun yang menargetkan negara-negara sahabat atau bersaudara," kata Al Numan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Middle East Monitor.
Al Numan menegaskan pemerintah sedang "memeriksa bukti dan informasi" mengenai ini dan akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.
Sebelumnya, pemerintah Saudi dikabarkan bersitegang dengan pemerintah Irak setelah sejumlah wilayah Riyadh jadi sasaran serangan drone yang diduga diluncurkan kelompok milisi dari teritori Irak.
Ketegangan keduanya merebak menjelang kunjungan Al Zaidi ke Riyadh pada 30 Juli mendatang.
Pada 12 Juli lalu, pejabat Saudi ribut dalam pertemuan tertutup dengan delegasi Irak. Menurut seorang pejabat senior Irak, Saudi menuduh dan menyodorkan bukti bahwa wilayah Irak telah dipakai untuk meluncurkan serangan ke Riyadh.
Namun, delegasi Irak membantah. Mereka bersikeras serangan tersebut bukan dari wilayahnya.
Pada Senin (27/7), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Saudi melaporkan bahwa sejumlah drone meluncur ke arah fasilitas minyak di Provinsi Timur dan wilayah Riyadh, namun berhasil dicegat dan dihancurkan. Menurut Kemhan Saudi, serangan tersebut lagi-lagi berasal dari Irak dan dilakukan oleh "milisi teroris yang berafiliasi dengan Iran."
Riyadh pun mendesak pemerintah Irak untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan guna mencegah wilayahnya digunakan sebagai "titik peluncuran" untuk serangan terhadap Saudi.
Menurut profesor ilmu politik Universitas Baghdad, Ihsan Al Shammari, serangan pesawat nirawak terbaru ini sedikit banyak telah mengacaukan rencana kunjungan Al Zaidi ke Riyadh.
Al Zaidi rencananya bertandang ke Riyadh untuk membahas berbagai isu ekonomi, termasuk mengaktifkan kembali jalur pipa ekspor minyak Irak ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah.
Menurut berbagai sumber, Al Zaidi juga berencana meyakinkan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bahwa pemerintahannya tidak akan mengizinkan wilayah Irak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Arab Saudi maupun negara-negara Arab lainnya.
(blq/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
