Adik Kim Jong Un Protes Keras ke ASEAN soal Seruan Denuklirisasi Korut
Adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, mengecam pernyataan blok negara-negara Asia Tenggara atau ASEAN, yang menyerukan Semenanjung Korea bebas nuklir. Kim Yo Jong menyebut seruan itu "bodoh dan tidak masuk akal."
Pada pertemuan tahunan pekan lalu, ASEAN menyatakan keprihatinan mendalam atas pengembangan senjata nuklir Korea Utara yang sedang berlangsung. ASEAN juga menekankan pentingnya dialog demi mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang bebas nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi pernyataan itu, Kim Yo Jong menyatakan "ketidakpuasan yang kuat terhadap sikap permusuhan yang terang-terangan dari forum tersebut, yang mengikuti gembar-gembor Amerika Serikat soal denuklirisasi, dan mengabaikan konstitusi Korea Utara."
"Merupakan kegagalan dalam pemikiran dan logika strategis, serta manifestasi dari mimpi liar yang bodoh untuk tetap berpegang pada 'denuklirisasi Semenanjung Korea' yang telah kehilangan maknanya secara konseptual dan praktis," kata Kim Yo Jong, dikutip AFP.
Dia menegaskan bahwa ASEAN harus waspada terhadap penyalahgunaan sebagai "juru bicara bayaran" untuk AS.
Pada Juni lalu, Kim Yo Jung juga telah menegaskan bahwa program senjata nuklir Korea Utara adalah "garis tanpa mundur".
Korut telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara nuklir yang "tak dapat diubah". Pernyataan itu kian dipertegas pasca-pertemuan Kim Jong Un dan Donald Trump pada 2019 lalu yang gagal karena perbedaan cakupan denukliriasi dan pencabutan sanksi.
Korut juga telah bersikeras pada haknya untuk memiliki program senjata nuklir dan rudal balistik, meski dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa.
Korea Utara juga telah mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusi pada tahun 2023.
(dna) Add
as a preferred source on Google

