Kenapa Trump Tiba-tiba Perintahkan AS Berhenti Serang Iran?

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 08:02 WIB
U.S. President Donald Trump walks to board Air Force One as he departs for Dover, Delaware, to attend the dignified transfer of U.S. Army service members killed in Jordan and Iraq, amid the Iran war, at Joint Base Andrews, Maryland, U.S., July 22, 20
Trump perintah pasukan AS setop sementara serang Iran. Foto: REUTERS/Evelyn Hockstein
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah 13 hari menggempur Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara tiba-tiba memerintahkan untuk menghentikan serangan ke Iran, Sabtu (25/7). Kenapa Trump perintahkan menghentikan serangan ke Iran?

Berdasarkan laporan The Guardian, Minggu (26/7), serangan ke Iran berhenti untuk dua hari beruntun setelah para pejabat militer senior menyarankan Trump untuk menghentikan serangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump disarankan untuk melanjutkan negosiasi diplomatik dan menghindari kembalinya perang habis-habisan. Trump juga disebut menyetujui langkah diplomatik dengan membuka kembali pintu negosiasi dengan Iran.

Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, juga mengakui bahwa Trump siap melakukan negosiasi dengan Iran.

"Dia [Trump] memberi ruang untuk pembicaraan, dia memberi sedikit kelonggaran," kata Waltz dikutip dari Reuters.

Menariknya, keputusan Trump untuk menghentikan serangan AS ke Iran berpeluang kembali mendapat gangguan. Pasalnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan akan mengunjungi Gedung Putih pada Selasa (28/7) waktu setempat.

Netanyahu merupakan kritikus vokal terhadap negosiasi AS dengan para pemimpin Iran. Dia sudah berulang kali mendesak AS untuk melanjutkan serangannya terhadap Iran. Netanyahu masih berharap bisa meningkatkan kembali popularitasnya sebelum pemilihan yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.

Namun, sejumlah media juga mengklaim bahwa pejabat senior di pemerintahan Trump dilaporkan telah memberi tahu presiden tentang menipisnya persediaan amunisi yang dapat menghambat kampanye militer berkelanjutan di wilayah Timur Tengah.

Berdasarkan laporan Axios, Laksamana Bradley Cooper, komandan militer AS tertinggi di Timur Tengah, memberi tahu Trump bahwa kampanye militer AS telah mencapai batas efektivitasnya.

Pihak Iran sendiri menyatakan akan menghentikan apa yang mereka sebut sebagai serangan "pembalasan" terhadap sekutu AS di kawasan tersebut.

"Selama dua malam terakhir Amerika telah menghentikan serangan mereka. Strategi kami pada dasarnya adalah pembalasan, kami juga telah menghentikan operasi pembalasan kami," ucap juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia.

(har/dna) Add as a preferred
source on Google