Iran 2 Hari Setop Serang AS usai Trump Isyarat Buka Negosiasi
Iran menghentikan sementara serangan balasan ke Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump mengisyaratkan membuka peluang negosiasi.
Selama 13 hari beruntun, pasukan AS telah menggempur Iran habis-habisan. Namun, dalam dua hari terakhir tak ada serangan.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga sudah menghentikan serangan balasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama dua malam terakhir Amerika telah menghentikan serangan mereka," kata Akraminia, dikutip AFP, Minggu (26/7).
Dia lalu berujar, "Karena strategi kami pada dasarnya adalah pembalasan, kami juga telah menghentikan operasi pembalasan kami."
Dalam dua hari terakhir, aktivitas di ibu kota Iran tampak berjalan normal. Lalu lintas padat seperti biasa, tak ada suara ledakan, dan pertokoan tetap buka.
Pernyataan jubir militer Iran itu muncul usai Trump tampak membuka peluang negosiasi. Trump mengaku belum tahu apakah akan terus melakukan operasi besar-besaran terhadap Iran.
"Kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya rasa mereka semakin serius," kata Trump ke awak media pada Jumat lalu.
Di kesempatan lain, Utusan AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan pemerintahan Trump "memberi ruang untuk pembicaraan." Namun, Waltz menegaskan bahwa pasukan AS tetap dalam siaga tinggi dan siap kapan saja untuk kembali bertempur.
Selama 13 hari terakhir, AS menggempur habis-habisan Iran meski ada kesepakatan gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian pertempuran.
Dalam serangan itu, AS bahkan menargetkan infrastruktur sipil seperti jembatan kereta hingga infrastruktur air.
Iran tak tinggal diam, mereka meluncurkan serangan balasan ke pangkalan AS di Timur Tengah dan armada mereka di Laut Oman.
Penghentian serangan ini memberi harapan kedua negara kembali ke meja perundingan.
(isa/dna) Add
as a preferred source on Google
