Netanyahu Perintah Militer Israel Operasi Besar-besaran di Tepi Barat

CNN Indonesia
Sabtu, 25 Jul 2026 14:35 WIB
Israeli soldiers deploy in a street during a military raid in the Palestinian village of Qabatiya, in the Israeli?occupied West Bank, on December 27, 2025. A Palestinian killed two people in a stabbing and car-ramming attack in northern Israel on Dec
Netanyahu perintah militer Israel operasi besar-besaran di Tepi Barat. Foto: AFP/ZAIN JAAFAR
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan militer Israel memulai operasi besar-besaran di Tepi Barat pada Jumat (24/7), usai empat warga Palestina dan dua tentara Israel tewas dalam pemberontakan di wilayah pendudukan tersebut.

Israel menuduh sekelompok pemukim Palestina memasuki wilayah Tepi Barat yang dibatasi untuk warga Israel pada Jumat, untuk "pendakian yang tidak sah dan tidak terkoordinasi",

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kelompok itu mendekati desa Tell di Palestina, bentrokan pun terjadi antara pemukim dan penduduk desa tersebut.

Dalam baku tembak berikutnya, empat warga Palestina dan dua tentara Israel, salah satunya juga seorang pemukim, tewas.

Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, menyerukan pembongkaran desa-desa Palestina di wilayah tersebut sebagai tanggapan atas insiden ini.

"Penduduk harus dievakuasi demi perlindungan mereka sendiri, dan desa-desa ini harus dibersihkan dari infrastruktur teroris, untuk memulihkan pencegahan dan keamanan di daerah tersebut," ujar Smotrich, dikutip CNN.

Dalam video yang beredar terlihat tentara dan pemukim Israel bersenjata tampak memaksa warga Palestina keluar dari wilayah tersebut, dengan seruan "balas dendam" dalam bahasa Ibrani juga terekam dalam video itu.

Kementerian Kesehatan Palestina menyebut empat warga Palestina tewas ditembak tentara Israel.

Ketua komite desa Tell, Walid Zeiden, mengatakan para korban tewas berasal dari keluarga yang sama, termasuk dua saudara laki-laki dan dua sepupu.

Perserikatan Bangsa Bangsa telah menyerukan "tindakan segera" untuk mengakhiri kekerasan di Tepi Barat, di tengah serangan yang terus menerus terhadap warga Palestina.

Imbas insiden ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan bahwa mereka telah memberlakukan jam malam di Desa Tell dan Bureij di Palestina, serta pemukiman Yahudi di Shiloh.

(dna) Add as a preferred
source on Google