Hari ke-12 Perang Pecah Lagi: Iran Masih 'Gagah' Balas Bombardir AS
Militer Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada Kamis (23/7), di hari ke-12 kedua negara kembali saling serang terlepas dari gencatan senjata yang disepakati.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan serangan ini bertujuan untuk "semakin melemahkan" kemampuan Iran terutama dalam menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada pukul 17.30 ET hari ini, pasukan AS mulai melancarkan serangan lanjutan terhadap sasaran militer Iran atas arahan Panglima Tertinggi," tulis CENTCOM di platform X.
Gubernur Mohammad Mozaffari kepada kantor berita Tasnim menyatakan AS menyerang kota pesisir selatan Bushehr termasuk situs gardu listrik di kawasan hingga memicu ledakan. Serangan tersebut menghantam sebuah lokasi militer sekitar pukul 04.00 waktu setempat (00.30 GMT).
Media Iran itu melaporkan layanan darurat telah dikerahkan ke lokasi, dan "rincian insiden ini masih dalam penyelidikan."
Sementara itu, wakil gubernur Provinsi Khuzestan menuturkan serangan rudal AS juga menghantam sebuah lokasi di pinggiran kota Andimeshk.
Kantor berita Fars melaporkan bahwa pasukan AS melancarkan serangan rudal kedua ke Provinsi Bushehr.
Di Provinsi Khuzestan yang berada di barat daya Iran, sedikitnya tiga kota dilaporkan menjadi sasaran, termasuk Ramshir, di mana sebuah fasilitas aspal disebut terkena serangan. Ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah sekitar Ahvaz serta di Mahshahr, kota pelabuhan penting lainnya.
Di Provinsi Hormozgan, ledakan terdengar di kota Sirik, yang memiliki posisi strategis karena mengawasi Selat Hormuz.
Tak tinggal diam, Iran turut melancarkan serangan balasan bagi AS yang lagi-lagi menyasar negara-negara Arab lantaran menampung serangkaian fasilitas militer Washington.
Iran dilaporkan kembali meluncurkan serangan balasan yang manyasar situs militer AS di Kuwait.
Dikutip Al Jazeera, menurut militer Kuwait, sistem pertahanan udara telah diaktifkan untuk mencegat serangan drone yang diluncurkan dari Iran.
Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyatakan bahwa suara-suara ledakan yang terdengar berasal dari proses pencegatan drone oleh sistem pertahanan udara.
"Seluruh masyarakat diminta untuk mematuhi instruksi keamanan dan keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait," demikian bunyi pernyataan militer tersebut.
(rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
