KILAS INTERNASIONAL

Negara Arab Pasrah Tak Balas Iran sampai Mamdani soal Tahan Netanyahu

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 06:00 WIB
New York City Mayor Zohran Mamdani speaks about Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at an unknown location, in this still image taken from handout video released July 21, 2026. NYC Mayor's Office via YouTube/Handout via REUTERS    THIS IMAGE HA
Wali Kota NY Zohran Mamdani mengakui tak punya opsi legal untuk menangkap PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: via REUTERS/NYC Mayor's Office via YouTube)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Perang Amerika Serikat vs Iran yang kembali memanas masih menjadi perhatian berita internasional pada Rabu (22/7).

Pengakuan Wali Kota New York Zohran Mamdani soal rencananya menangkap Perdana Menteri Israel BenjamiN Netanyahu juga terus menjadi sorotan. Berikut kilas berita internasional:

Kenapa Negara-negara Arab 'Pasrah' Tak Balas Amukan Iran?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PerangAmerika Serikat vsIran sebagian besar berdampak pada negara-negara Timur Tengah.

Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), hingga Arab Saudi menjadi target hantaman Iran, karena menyimpan aset militer AS dan dituduh Iran membiarkan pasukan AS meluncurkan serangan dari wilayah mereka.

Gempuran Iran terhadap enam negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) tersebut telah mengakibatkan kerugian yang sangat besar. Kilang minyak rusak, pembangkit listrik rusak, dan berbagai kerusakan lainnya pada sektor energi negara-negara Arab.

Mamdani Akui New York Tak Bisa Ikuti Perintah ICC Tangkap Netanyahu

Wali Kota New York Zohran Mamdani mengakui pemerintahannya tak bisa menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesuai perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Mamdani menyampaikan pernyataan itu dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X pada Selasa (21/7).

"Seperti yang sudah saya bilang, saya sepakat dengan ICC bahwa Benjamin Netanyahu seharusnya ditangkap dan dihukum atas kejahatannya, sebagaimana yang saya lakukan terhadap siapapun yang didakwa ICC," kata Mamdani.

Iran Sembunyikan Fasilitas Nuklir 100 Meter di Bawah Gunung Pickaxe

Iran disebut menyembunyikan fasilitas nuklir termasuk sentrifus pengayaan uranium dengan kedalaman 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, Kota Natanz.

Fasilitas tersebut yang diincar Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dibombardir. Salah satu yang akan dihancurkan adalah gerbang depan fasilitas penyimpanan uranium yang dikayakan Iran di gugus Pegunungan Pickaxe.

Sentrifus pengayaan uranium itu tepat berada di bawah gunung Kuh-e Kolang Gaz La. Kolang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Pickaxe berdasarkan Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS).

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]