Houthi Yaman Paksa Kapal-kapal di Laut Merah Ubah Haluan
Milisi Houthi Yaman mulai memaksa kapal-kapal di Laut Merah untuk ganti haluan agar tidak melewati Selat Bab Al Mandab.
Houthi sebelumnya mengumumkan akan memblokade kapal-kapal komersial dari dan ke Bab El Mandab yang terkait dengan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi mengatakan enam kapal di Laut Merah telah dipaksa untuk mengubah rute mereka setelah menerima peringatan dari kelompok tersebut, dikutip dari Middle East Monitor.
Sebanyak enam pejabat Houthi juga mengatakan mereka telah memperingatkan perusahaan pelayaran internasional untuk tidak transit melalui Selat Bab Al Mandab, gerbang selatan ke Laut Merah di pintu masuk Semenanjung Arab.
Dalam surel yang dikirim ke perusahaan pelayaran, Houthi mengatakan kapal dilarang memuat atau membongkar kargo di pelabuhan Saudi. Mereka memperingatkan bahwa perusahaan mana pun yang terlibat dalam aktivitas tersebut dapat menjadi sasaran "di mana saja."
Pengumuman itu mengemuka sehari setelah Houthi menyatakan larangan pelayaran maritim terhadap Arab Saudi. Langkah ini dapat membuka front baru melawan Amerika Serikat dalam konfliknya dengan Iran dan meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global dan perdagangan di luar Teluk.
Penutupan Selat Bab Al Mandab, pintu masuk selatan dari dan menuju Laut Merah, akan memutus jalur alternatif penting bagi Arab Saudi ke Selat Hormuz dan menimbulkan kekhawatiran akan kekurangan pasokan.
Lalu lintas pelayaran di Laut Merah belum sepenuhnya pulih sejak Houthi mulai menyerang kapal-kapal di lepas pantai Yaman pada November 2023.
Kelompok tersebut mengatakan kampanye ini bertujuan untuk mendukung Palestina dan menentang perang di Gaza.
(bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

