Makin Mesra, Trump Ingin Bos FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 12:20 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 U.S. President Donald Trump and FIFA President Gianni Infantino during the trophy presentation after th
Presiden Donald Trump ingin mencalonkan Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) jadi Sekretaris Jenderal PBB. (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kedekatan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino kian menjadi sorotan sejak Piala Dunia 2026.

Trump kini dikabarkan menginginkan Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump meyakini bahwa Infantino "dihormati oleh semua orang di seluruh dunia". Setelah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA pertama yang digelar di tiga negara (AS, Kanada, dan Meksiko), Trump percaya bahwa dunia "mengakui ia memiliki kemampuan istimewa untuk menyatukan orang-orang," kata seorang sumber kepada The Post seperti dikutip Fox News.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Fox News Digital mengenai laporan tersebut.

Infantino, bos FIFA kelahiran Swiss, semakin dekat dengan Trump selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Trump dilibatkan dalam berbagai kegiatan, termasuk ketika Infantino menganugerahkan Penghargaan Perdamaian perdana FIFA kepadanya pada Desember lalu.

Trump juga terlihat menyerahkan trofi Piala Dunia Antarklub tahun lalu di Stadion MetLife, dan pada Minggu ia turut menyerahkan trofi Piala Dunia kepada pemain Spanyol, Rodri, di stadion yang sama setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 untuk menjuarai turnamen.

Selama pertandingan berlangsung, Trump duduk di antara Ibu Negara Melania Trump dan Infantino. Trofi Piala Dunia juga sempat dipajang di suite tempat Trump berada sebelum dibawa ke lapangan untuk seremoni penyerahan.

Sementara itu, pemilihan Sekretaris Jenderal PBB berikutnya akan digelar akhir tahun ini dan akan mulai menjabat pada 1 Januari 2027. Saat ini, jabatan Sekjen PBB dipegang oleh António Guterres dari Portugal yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Desember mendatang.

Belum diketahui apakah Infantino benar-benar akan dipertimbangkan untuk posisi tersebut. Ia terlebih dahulu harus mendapat dukungan dari seluruh 15 anggota Dewan Keamanan PBB sebelum memperoleh konfirmasi dari Majelis Umum. Lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, termasuk AS, masing-masing memiliki hak veto.

Infantino juga harus bersedia mencalonkan diri, dan hingga kini belum jelas apakah ia berminat terhadap jabatan tersebut. FIFA juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Fox News Digital.

Jika Infantino memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Sekretaris Jenderal PBB, The Post menyebut Trump yakin ia akan bersaing melawan tujuh kandidat yang dinilainya "lemah", termasuk mantan presiden sosialis Chile, Michelle Bachelet.

Rafael Grossi dari Argentina juga disebut-sebut sebagai salah satu kandidat potensial. Namun, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) itu kemungkinan menghadapi penolakan dari Inggris terkait sengketa Kepulauan Falkland, isu yang kembali mencuat selama Piala Dunia.

Paolo Zampolli, utusan khusus Trump untuk kemitraan global, mengatakan kepada The Post bahwa Infantino "akan melakukan pekerjaan yang luar biasa" karena menurutnya ia "disukai semua orang."

Zampolli sebelumnya juga pernah berurusan dengan FIFA. Pebisnis sekaligus diplomat Italia-Amerika itu pernah mengusulkan kepada Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia sebagai upaya memperbaiki hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Ia juga pernah menjabat sebagai duta besar Dominika untuk PBB.

"Di PBB, Anda harus berurusan dengan 193 negara anggota. Di FIFA ada lebih dari 200 anggota. Rekam jejak Gianni menunjukkan bahwa ia tahu bagaimana mengelola organisasi sebesar itu," ujar Zampolli kepada The Post.

Namun, Infantino juga menuai kritik dari sejumlah organisasi sepak bola dunia setelah keputusan kartu merah pemain AS Folarin Balogun dibatalkan FIFA secara mendadak menjelang laga babak 16 besar melawan Belgia.

Trump mengonfirmasi bahwa ia telah menelepon Infantino untuk meminta peninjauan terhadap kartu merah kontroversial tersebut, yang seharusnya membuat Balogun tidak dapat tampil di laga melawan Belgia.

Infantino sendiri akan menghadapi pemilihan kembali tahun depan. Pada Kongres FIFA Maret 2027 akan diputuskan apakah ia akan melanjutkan masa jabatan keempat sebagai Presiden FIFA.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]