Trump Ancam Mau Bombardir Pickaxe Mountain Iran, Apa Itu?

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 07:11 WIB
U.S. President Donald Trump gestures during a press conference on the day of a NATO leaders' summit in Ankara, Turkey, July 8, 2026. REUTERS/Stoyan Nenov
Presiden Donald Trump mengancam akan segera melancarkan serangan ke situs nuklir, tepatnya area tempat sentrifus nuklir Iran yang disebut Pickaxe Mountain. (Foto: REUTERS/Stoyan Nenov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan segera melancarkan serangan ke situs nuklir, tepatnya area tempat sentrifus nuklir Iran yang disebut Pickaxe Mountain di kawasan Natanz.

Hal itu diungkapkan Trump di depan wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7) ketika AS dan Iran kembali berperang skala penuh meski telah menyepakati gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras. Mungkin dalam waktu yang sangat dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya," ucap Trump ketika ditanya apakah Iran telah memindahkan sentrifusnya ke Pickaxe Mountain.

"Biasanya saya tidak akan mengatakan hal seperti itu. Kalau saya pikir mereka masih bisa berbuat sesuatu untuk mengatasinya, saya tidak akan pernah mengatakannya. Tetapi kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar," paparnya menambahkan.

Dikutip Al Jazeera, Pickaxe Mountain menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Iran memindahkan ribuan sentrifus ke sana menyusul serangan AS dan Israel yang merusak fasilitas-fasilitas nuklir utama Iran selama konflik tahun lalu.

Sementara itu, Iran tak gentar dengan ancaman Trump tersebut. Pada Rabu (22/7), Teheran mengancam akan menyerang kepentingan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di seluruh Timur Tengah apabila Washington berani menyerang fasilitas nuklirnya.

Menurut televisi pemerintah Iran, Markas Pusat Khatam Al Anbiya memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran akan dianggap sebagai perluasan konflik regional.

Badan militer yang mengoordinasikan angkatan bersenjata Iran pada masa perang itu menyatakan bahwa seluruh kepentingan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya di kawasan akan menjadi sasaran militer yang sah sebagai balasan.

Trump pertama kali secara terbuka menyebut Pickaxe Mountain sebagai target militer potensial pekan lalu dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt. Ia menyebut situs itu sebagai "target yang mungkin untuk satu serangan besar tepat di dekat pintu masuknya."

Perhatian terhadap lokasi tersebut meningkat setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifus ke fasilitas yang terkubur sangat dalam itu setelah perang sebelumnya pecah pada Juni 2025. Saat itu, pasukan AS dan Israel menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran.

(rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]