Qatar Bantah Keras usai Disebut Setuju Bantu Israel Serang Iran

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 14:30 WIB
Qatar membantah laporan media Israel bahwa pihaknya setuju untuk berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran.
Qatar membantah laporan media Israel bahwa pihaknya setuju untuk berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran. (iStockphoto/Derek Brumby)
Jakarta, CNN Indonesia --

Qatar membantah laporan media Israel bahwa pihaknya setuju untuk berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran.

Kantor Media Internasional Qatar pada Kamis (16/7) menyatakan laporan tersebut sama sekali tidak benar dan bahwa sejumlah individu berupaya menyeret Qatar ke dalam pusara konflik guna melemahkan perannya dalam memediasi Amerika Serikat (AS) dan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tuduhan-tuduhan ini telah disebarkan oleh individu-individu yang berupaya menyeret Qatar ke dalam konflik, untuk mengganggu peran penting kami dalam mediasi dan untuk mendorong kawasan Timur Tengah menuju eskalasi dan kekacauan lebih lanjut," demikian pernyataan kantor tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency.

Doha menegaskan sejak konflik pecah, Qatar tidak pernah "berpartisipasi dan tidak akan berpartisipasi" dalam operasi militer apa pun terhadap negara tetangga mana pun.

"Qatar tidak akan membiarkan tuduhan menyesatkan tersebut merusak upaya diplomatik aktif kami untuk mengakhiri konflik, dan akan terus melakukan upaya mediasi dengan berkoordinasi dengan mitra regional dan internasional untuk mencapai kesepakatan komprehensif dan berkelanjutan yang mengatasi kekhawatiran semua pihak," demikian pernyataan Qatar.

Kantor ini tidak menyebut media Israel mana yang menerbitkan laporan tersebut. Mereka juga tidak memberikan rincian soal laporan tersebut lebih lanjut.

AS dan Iran kembali berperang awal bulan ini setelah Iran menyerang sejumlah kapal komersial di Selat Hormuz.

Kedua negara sebelumnya sudah meneken nota kesepahaman (MoU) yang bertujuan mengakhiri konflik dalam jangka panjang. Namun, ketegangan meningkat di Selat Hormuz sehingga pertempuran kembali meletus.

(blq/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]