Argentina Pamer Poster 'Las Malvinas' usai Tekuk Inggris, Apa Artinya?
Timnas Argentina berpotensi menghadapi sanksi FIFA setelah para pemainnya membentangkan spanduk bertuliskan klaim atas Kepulauan Falkland (atau Malvinas) saat merayakan kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (15/7) waktu Amerika Serikat.
Juara bertahan dunia itu tampil dramatis di Atlanta dan mencetak dua gol pada menit-menit akhir hingga mengalahkan tim asuhan Thomas Tuchel dengan skor 2-1. Kemenangan ini memastikan Argentina meraih tiket ke final menghadapi Spanyol pada Minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai peluit panjang dibunyikan, para pemain Argentina merayakan kemenangan sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas", yang berarti "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina."
Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Kepulauan Malvinas, merupakan wilayah Inggris yang terletak di seberang laut Samudra Atlantik Selatan yang hingga kini masih menjadi sengketa antara kedua negara.
Inggris dan Argentina pernah berperang memperebutkan gugusan pulau yang terletak sekitar 300 mil di lepas pantai timur Argentina tersebut pada April hingga Juni 1982.
Konflik yang berlangsung selama 74 hari itu menewaskan 655 personel militer Argentina dan 255 personel militer Inggris. Tiga warga sipil dari kepulauan tersebut juga turut menjadi korban.
Pada 2014, FIFA menjatuhkan denda sebesar 20.000 pound sterling kepada Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) setelah para pemain timnas membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum laga persahabatan melawan Slovenia.
Badan sepak bola dunia itu menyatakan aksi tersebut melanggar aturan mengenai aktivitas politik dan tindakan tidak pantas oleh tim.
Setelah kemenangan pada Rabu, Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel mengunggah sebuah video di platform X yang menampilkan apa yang tampak sebagai tentara Argentina, disertai pernyataan bahwa laga tersebut "bukan sekadar pertandingan biasa."
"Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina," tulis Villarruel dikutip BBC.
"Mereka melarang kami membawa pesan itu ke stadion, tetapi mereka lupa bahwa kami membawanya di dalam darah dan hati kami."
Menjelang pertandingan, Villarruel juga mengatakan bahwa semifinal tersebut adalah kesempatan untuk "menempatkan para penjajah pada tempatnya."
Para pemain Argentina sebelumnya juga menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Falkland serta dua legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona dan Lionel Messi, setelah kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar.
Namun, sebelum semifinal, pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mencampurkan sepak bola dengan politik.
"Pada kenyataannya ini adalah pertandingan sepak bola. Saya tidak bisa mencampuradukkan keduanya, terutama sebagai bentuk penghormatan terhadap apa yang terjadi bertahun-tahun lalu. Itu adalah periode yang sangat menyedihkan dalam sejarah kami, dan tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk mengubahnya," kata Scaloni.
"Di berbagai belahan dunia masih terjadi perang, dan kita semua mengkritik keberadaan perang. Tentu kami mengenang orang-orang yang menjadi korban. Namun ini adalah pertandingan sepak bola, dan kita tidak seharusnya mencampurkan keduanya."
(rds/rds) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
