Iran soal Manuver Milisi Houthi Yaman: Tidak Mewakili Teheran

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 16:51 WIB
Saudi membombardir bandara internasional Sanaa untuk menyerang basis milisi Houthi, Yaman.
Saudi membombardir bandara internasional Sanaa untuk menyerang basis milisi Houthi, Yaman. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran buka suara terkait manuver milisi Houthi di Yaman yang kembali memulai pertempuran dengan militer Arab Saudi.

Konflik tersebut meletus di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran menegaskan bahwa pergerakan milisi Houthi tersebut tidak mewakili Teheran.

Pernyataan itu disampaikan perwakilan Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Amir Saeid Iravani dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Diplomat Iran itu juga menulis tentang gerakan Houthi di Yaman dalam surat tersebut.

"Klaim bahwa Ansar Allah bertindak atas nama Iran sama sekali tidak berdasar," tulisnya, merujuk pada nama resmi gerakan milisi Houthi.

"Pemerintah Sanaa mewakili sebagian besar rakyat Yaman, dan membuat keputusan mereka secara independen dan sesuai dengan apa yang mereka anggap sebagai kepentingan rakyat Yaman," tulis utusan tersebut.

Houthi yang disebut sekutu kuat Iran di Timur Tengah turut melancarkan serangan ke kapal-kapal di Laut Merah dan wilayah Israel sejak Tel Aviv melancarkan agresi di Jalur Gaza, Palestina.

Houthi dan Saudi kembali saling serang di tengah perang antara Iran dan AS. Milisi tersebut membalas Saudi yang menyerang bandara internasional di Kota Sanaa pada Senin (13/7).

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan mereka menargetkan bandara internasional di Abha, Arab Saudi, ibu kota wilayah pegunungan selatan yang berbatasan dengan Yaman.

"Menanggapi agresi kriminal Saudi ini, Angkatan Bersenjata Yaman melakukan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha, menggunakan sejumlah rudal balistik dan kendaraan udara tak berawak," kata Yahya Saree dalam pernyataan video, dikutip AFP.

Serangan ini adalah yang pertama diklaim oleh Houthi terhadap Arab Saudi, sejak gencatan senjata informal mulai berlaku pada Maret 2022 lalu usai serangan Houthi terhadap infrastruktur energi saudi.

Houthi menyebut serangan terbaru ini sebagai agresi terang-terangan, dan menyatakan serangan tersebut telah mengakhiri periode de-eskalasi. Mereka juga memperingatkan maskapai penerbangan untuk tidak terbang di wilayah udara Saudi, sampai "pengepungan" di bandara Sanaa dicabut.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]