Telepon Netanyahu, Trump Paksa Israel Angkat Kaki dari Suriah-Lebanon

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 19:40 WIB
U.S. President Donald Trump welcomes Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu at the White House in Washington, D.C., U.S., September 29, 2025. REUTERS/Jonathan Ernst
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukan Israel keluar Suriah dan Lebanon. (Foto: REUTERS/Jonathan Ernst)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukan Israel keluar Suriah dan Lebanon.

Laporan Axios pada Rabu (14/7), menyebutkan Trump melayangkan desakannya itu melalui sambungan telepon kepada Netanyahu pada Kamis lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip sejumlah pejabat AS dan Israel, Axios melaporkan Trump mewanti-wanti Netanyahu bahwa kehadiran pasukan Israel di wilayah Suriah malah memperkeruh ketegangan dan bisa memperburuk eskalasi di Timur Tengah.

"Mereka tidak mau kehadiran Anda di sini. Kalian (Israel) harus pindahkan (pasukan)," kata Trump kepada Netanyahu berdasarkan pejabat AS yang mengetahui percakapan kedua pemimpin seperti dikutip Middle East Monitor.

Tak hanya soal Suriah, dalam percakapan itu Trump juga menyuruh Netanyahu untuk menarik pasukan Israel keluar Lebanon.

Dalam kesempatan itu, Netanyahu sempat memperdebatkan bahwa kehadiran pasukan Israel di Lebanon penting karena negaranya membutuhkan zona penyangga keamanan di sepanjang perbatasannya.

Axios menyebutkan bahwa telepon Trump ini berlangsung sehari setelah sang presiden AS bertemu dengan Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa di sela-sela KTT NATO di Turki.

Sejak pemberontak berhasil melengserkan rezim Presiden Bashar Al Assad pada November 2024, Suriah mulai memulihkan hubungan dengan Amerika.

AS bahkan menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme pekan lalu, sebuah langkah signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.

Sementara itu, terkait Lebanon, Trump telah berulang kali mewanti-wanti Israel untuk "menjaga sikap" dengan menghentikan agresi serta serangannya ke Lebanon selatan, wilayah yang dikuasai milisi Hizbullah dan merupakan sekutu Iran.

Trump bahkan blak-blakan agresi Israel ke Lebanon mempersulit upaya perundingan AS-Iran untuk mengakhiri perang. Sebab, gencatan senjata Hizbullah dan Israel di Lebanon merupakan salah satu syarat perundingan AS-Iran bisa terus berjalan.

Percakapan Trump dan Netanyahu via telepon ini menjadi kabar terbaru terkait rumor hubungan keduanya yang terus merenggang imbas perang melawan Iran.

Trump di satu sisi berupaya menggiring Iran agar mau berunding dan menyetujui perjanjian mengakhiri perang. Di sisi lain, Netanyahu seakan ingin AS terus berperang dengan Iran, negara yang menjadi ancaman terbesar keamanan Israel saat ini.

(rds/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]