Iran Minta Yordania Tutup Pangkalan AS jika Tak Mau Diamuk
Iran mendesak Yordania menutup pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di negara itu jika tak ingin diserang lagi.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pangkalan-pangkalan AS di Yordania telah digunakan untuk melancarkan serangan ke Iran, termasuk ke sekolah di Minab. Oleh sebab itu, mereka meminta rakyat Yordania menuntut pemerintah untuk menutup pangkalan militer AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalian tahu betul bahwa kami tidak memusuhi negara kalian. Sebaliknya, kami mencintai kalian, rakyat yang mulia, yang memahami penderitaan dan ketidakadilan yang dialami rakyat Palestina lebih dari bangsa mana pun," demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Middle East Monitor (MEMO).
IRGC melanjutkan penutupan pangkalan AS di Yordania dapat "menyelamatkan rakyat Palestina serta memulihkan keamanan di wilayah tersebut".
Dalam keterangan yang sama, IRGC juga melaporkan pihaknya baru saja menargetkan pangkalan udara AS di Yordania dengan rudal balistik.
Pada Selasa (14/7), kantor berita Iran Tasnim melaporkan ada ledakan dahsyat di Pangkalan Udara Muwaffaq, timur Yordania.
Sebelum ledakan itu, militer Yordania sempat memperingatkan bahwa empat rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat oleh pasukan Yordania.
Iran menyerang pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah setelah sejumlah wilayah pesisirnya diserang AS awal bulan ini.
Menurut Iran, serangan baru tersebut melanggar nota kesepahaman (MoU) damai yang diteken Juni lalu. Iran seiring dengan itu menutup kembali Selat Hormuz dan menyerang kapal-kapal sekutu AS yang nekat melintas.
as a preferred source on Google

