Trump Bidik Pusat Nuklir Iran, Teheran Aktifkan Rudal Pertahanan Udara
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan serangan AS selanjutnya akan menargetkan sejumlah fasilitas nuklir di Iran.
Teheran langsung siaga dengan mengaktifkan sistem rudal pertahanan udara di sekitar Kota Bushehr untuk menangkal serangan pasukan AS tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump memberikan ultimatum kepada Iran bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir dan jembatan akan menjadi target pada fase terakhir kecuali Teheran setuju untuk kembali bernegosiasi dengan AS.
Pemimpin Partai Republik itu kemudian mengatakan bahwa AS akan terus melakukan serangan "sangat keras" terhadap Iran sampai dia memutuskan "itu sudah cukup".
Dia juga mengatakan AS mengadakan pembicaraan dengan Iran pada Selasa dan mendesak Teheran untuk mencapai kesepakatan.
Merespons ultimatum Trump, Iran langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara di Kota Bushehr untuk mematahkan serangan-serangan AS ke fasilitas pembangkit tenaga nuklir negara itu.
Kantor berita Iran, Mehr News, melaporkan bahwa sistem pertahanan udara di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr di Iran selatan telah diaktifkan.
Washington kembali membombardir Iran pada Selasa (14/7), memicu rentetan ledakan di kota Hormozgan dan Sirik.
Media semi pemerintah Iran juga melaporkan proyektil menghantam lokasi di dekat Kota Hajiabad, Hormozgan, Selatan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan serangan militer AS menghantam pos pasukan penjaga perbatasan di Hormozgan.
"Serangan itu menewaskan tiga anggota keluarga Javad Hasanzadeh, penjaga hutan yang pekerja keras," kata Baghaei, dikutip Al Jazeera.
(bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

