Presiden Brasil Balas Serang Trump: Masak AS Malah Jadi Pembajak

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 15:50 WIB
Presiden Brasil Lula da Silva merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan bayaran 20 persen untuk kapal tanker di Selat Hormuz.
Presiden Brasil Lula da Silva merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menginginkan bayaran 20 persen untuk kapal tanker di Selat Hormuz. (REUTERS/UESLEI MARCELINO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menginginkan bayaran 20 persen untuk setiap kapal tanker yang mendapat perlindungan militer AS untuk melewati Selat Hormuz.

"Presiden Trump mencuit bahwa dia akan membuka blokade Selat Hormuz. Tetapi untuk setiap kapal yang dibuka blokadenya, setiap kapal yang dikeluarkan dari selat, pemilik minyak harus membayar 20% kepada AS," ucap Lula dikutip dari TBS News.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lula mengatakan apa yang dilakukan Trump adalah sebuah 'pembajakan'. Hal itu tidak sejalan dengan nilai-nilai negara besar seperti Amerika Serikat, yang memerangi pembajakan.

"Ini dulunya dianggap sebagai pembajakan. Sebuah negara besar seperti Amerika Serikat, yang saya yakini telah lama memerangi pembajakan, tidak dapat dimungkiri sekarang menjadi pembajak," ujar Lula.

Lebih lanjut, Lula mengatakan perang yang terjadi di Timur Tengah sudah mendorong kenaikan harga barang-barang pangan pokok di Brasil, termasuk kacang-kacangan, beras, tomat, dan bawang, serta bahan bakar.

Sebelumnya, Trump menyebut ingin mematok biaya tol 20 persen untuk perlindungan yang dilakukan AS terhadap setiap kapal tanker yang berhasil melewati Selat Hormuz.

"Mulai sekarang, AS akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ', tetapi sebagai demikian, dan demi KEADILAN, akan diganti biayanya, sebesar 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk semua biaya yang diperlukan untuk melakukan tugas menyediakan keselamatan dan keamanan di bagian dunia yang sangat rawan ini," kata Trump melalui unggahan di Truth Social, Senin (13/7).

Bayaran 20 persen untuk setiap kapal tanki yang lewat terbilang cukup besar. Dikutip dari Strait Times, jika Trump meminta 20%, maka biaya yang harus dibayarkan setiap kapal kepada AS bisa mencapai US$30 juta atau mencapai Rp542 miliar.

Angka itu berdasarkan harga minyak saat ini sekitar US$80 per barel, karena kapal tanker super dapat menampung sekitar 2 juta barel minyak mentah. Sementara Iran dikabarkan hanya mengenakan biaya hingga US$2 juta per pelayaran.

(har/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]